"Kalau tidak optimistis menang tidak usah bertanding. Kami sudah mempersiapkan diri dengan baik. Program pemenangan sudah berjalan dengan baik. Dan jika dilihat hasil survei partai, tak satu pun lembaga survei yang tidak menempatkan Golkar di posisi paling atas," kata jubir Ical, Wasekjen Partai Golkar Lalu Mara Satria Wangsa, kepada detikcom, Rabu (12/12/2012).
Lalu Mara menuturkan, saat ini memang popularitas Ical belum tinggi. Namun Ical terus berupaya meningkatkan elektabilitasnya. Optimisme Ical muncul saat ia turun ke daerah untuk mendekatkan diri kepada rakyat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Golkar juga menerapkan strategi khusus untuk memenangkan Ical di Pilpres 2014. Bak sebuah tim sepakbola, Golkar juga menggunakan formasi khusus.
"Kami menggunakan strategi 4-2-3-1 seperti di dalam pertandingan sepakbola, strategi ni jarang atau tak pernah kalah. Taktik ini penjabarannya adalah pendekatannya dimulai dari keluarga, misal kader Golkar maka akan ajak istri dan dua orang anak (4 orang), masing-masing mencari 3 teman, kemudian masing-masing mencari 2 orang bisa family atau teman. Nah dua orang itu mencari 1 orang," bebernya.
"Jadi kami tidak pesimis bila terkait dengan hasil survei capres. Mengingat Pemilu masih 1,5 tahun lagi," tandasnya.
Dalam sebuah kunjungan ke Garut, Jawa Barat, Ical menegaskan optimisme menang Pilpres satu putaran. "Saya optimis bisa menang pada Pilpres nanti sesuai target perolehan suara 60 persen," kata Ical kepada wartawan di Garut, Selasa (11/12/2012).
Hal ini disampaikan Ical usai bertemu dengan ribuan kader Partai Golkar di Garut. Ical didampingi oleh calon Gubernur Jabar Irianto MS Syafiuddin alias Yance.
Pada Pilpres 2009 lalu Presiden SBY sukses menang satu putaran karena Presiden SBY saat itu mengantongi lebih dari 50 persen + 1 pemilih Indonesia. Rupanya Ical punya keyakinan dipilih rakyat seperti SBY.
(van/nrl)











































