Warga Golput Banjiri Rumah Calon Bupati Bangkalan yang Dicoret

Pilkada Bangkalan

Warga Golput Banjiri Rumah Calon Bupati Bangkalan yang Dicoret

Rois Jajeli - detikNews
Rabu, 12 Des 2012 12:28 WIB
Jakarta -

Warga yang memilih golput tak bisa dibendung di Pilkada Bangkalan. Mereka yang tak menggunakan hak politiknya, menyerahkan undangan pencoblosan maupun kartu pemilihnya kepada KH Imam Buchori, calon bupati nomor urut 1 yang dicoret KPUD setempat.

Dari pantauan detiksurabaya.com, secara bergelombang warga yang merasa kecewa mendatangi kediaman KH Imam Buchori di Ringroad Halim Perdana Kusuma, Bangkalan, Rabu (12/12/2012). Sikap warga itu sebagai bentuk dukungan moral.

"Kalau nggak ada yang cocok, nggak ada yang pas dengan pasangan cabup sekarang, kenapa harus memilih," ujar Ica warga Bangkalan saat menyerahkan kartu pemilihnya sebagai bentuk dukungan kepada KH Imam Buchori.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ica yang datang bersama kakaknya, membawa 9 surat undangan dan kartu pemilih ke cabup yang biasa disapa Ra Imam. "9 surat undangan dan kartu pemilih ini satu keluarga saya," tambahnya.

Sementara itu, kakak perempuan Ica yang mendampingi adiknya menyerahkan surat suara ke Ra Imam mengatakan, di politik ada pendidikan pemilih. Memilih tidak harus mencoblos dan kalau mencoblos, juga harus mengetahui konsekuensinya ke depan.

"Tidak mencoblos, bukannya cuek. Kalau diamati dan tidak ada pemimpin yang mumpuni dan cocok, kenapa harus memilih. Kalau memilih pemimpin itu," kata mahasiswi semester akhir universitas di Surabaya ini.

Sementara itu, KH Imam Buchori bersikukuh tidak menggunakan hak suaranya, karena merasa didzolimi oleh penyelenggara pemilu Bangkalan. "Kita santai saja di rumah, karena pemilukada Bangkalan ini haram," ujar kiai yang juga pengasuh pondok pesantren Ibnu Cholil.

Ia mengatakan, kedatangan masyarakat ke rumahnya untuk menyerahkan surat undangan dan kartu pemilih, adalah inisiatif warga sendiri tanpa ada rekayasa. Menurutnya, langkah itu lebih baik dari pada dibakar, serta mengantisipasi dimanfaatkan oleh oknum di TPS.

"Mereka inisitif sendiri tidak pergi ke TPS. Saya jadi berfikir, rumah saya menjadi rumah istimewa," kata Ra Imam.

Mantan anggota DPR ini mengaku, hingga siang ini sudah sekitar 100 ribu surat undangan dan kartu pemilih yang diterima dari warga. Ia memperkirakan, jumlah surat undangan dan kartu pemilih yang diserahkan warga akan terus bertambah hingga malam hari.

"Ini simbol masyarakat yang menganggap pilkada illegal dan haram. Dan bagi kami, ini sangat berarti dukungan moral bagi kami. Kami tetap mohon doa restunya agar perjuangan kita mengungkap kebenaran dan keadilan hingga maksimal," jelasnya.

KH Imam Buchori yang berpasangan dengan HR Zainal Alim ini maju dalam Pilkada Bangkalan mendapatkan nomor urut 1. Namun 8 hari menjelang pelaksanaan coblosan, pasangan yang diusung PKNU dan PPN ini dianulir pencalonannya meskipun gambarnya sudah tercetak di dalam surat suara.

KPUD mencoretnya karena mematuhi putusan PTUN Surabaya pada 5 Desember 2012 yang menyatakan pencalonannya cacat hukum setelah ada gugatan dari internal partai pengusungnya.

KPUD pun mensiasati surat suara dengan cara menutup gambar pasangan calon nomor urut satu dengan stiker warna putih. Di surat suara pun tersisa dua pasangan calon, nomor urut 2: Moh Nizar Zahro-RH Zulkifli (Nikmat), yang diusung partai PBR, Republikan dan PNBKI. Serta pasangan nomor urut 3 yakni Muhammad Mahmum Ibnu Fuad-H Mondir (Ra Momon-ra Mondir) yang diusung oleh partai besar seperti PKB, PPP, Demokrat,PAN, PDIP, Golkar, Gerindra, Hanura serta partai PDP.

Sedangkan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) pada Pilkada 2012 ini sebanyak 880.928 orang. Tempat pemungutan suara (TPS) sebanyak 1.854 tersebar di 18 kecamatan. Ribuan polisi dari Brimob Polda Jatim, sejumlah polres maupun bantuan Brimob Polda Jawa Tengah juga diterjunkan mengamankan jalannya pencoblosan karena sempat beredar isu akan ada penggagalan.

(gik/gik)


Berita Terkait