PPP Dorong SBY Copot Menteri Pembuat Gaduh, Siapa Sasaran Tembaknya?

PPP Dorong SBY Copot Menteri Pembuat Gaduh, Siapa Sasaran Tembaknya?

Ahmad Toriq - detikNews
Rabu, 12 Des 2012 12:33 WIB
PPP Dorong SBY Copot Menteri Pembuat Gaduh, Siapa Sasaran Tembaknya?
ilustrasi, KIB II
Jakarta - Ketua FPPP DPR Hasrul Azwar mendorong Presien SBY mencopot menteri yang membuat gaduh. Siapa sasarannya?

"Yang perlu direshuffle menteri yang membuat gaduh. Yang melaporkan menteri dan yang lain, bilang minta jatah, kemudian ralat kembali," kata Hasrul.

Hal itu disampaikannya di sela-sela diskusi RUU Miras di ruang Fraksi PPP di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (12/12/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun Hasrul enggan menyebut nama menteri tersebut. Hasrul meyakini menteri-menteri PPP di KIB jilid II tak akan kena reshuffle. Menurut dia, menteri-menteri PPP memiliki kinerja yang baik di pemerintahan.

"Dari sekian banyak ketum parpol yang menjadi menteri, SDA (Suryadharma Ali, Menteri Agama -red) lah yang memiliki kinerja yang tinggi, itu berdasarkan survei," paparnya.

Namun kalau Presiden SBY mengurangi jatah menteri PPP, menurut Hasrul bukan masalah besar. "Kita dari dulu siap berada di luar, dari dulu kita di luar kok. Baru sekarang aja di dalam, karena diajak," tegasnya.

Untuk diketahui, anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul sebelumnya menyebutkan ada 3 menteri yang sedang terus diserang oleh kalangan DPR. Yaitu Menteri BUMN Dahlan Iskan, Menteri Keuangan Agus Martowardojo, dan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan. Menurut Ruhut ketiganya adalah tokoh potensial di 2014. Dahlan Iskan sendiri baru melaporkan sejumlah anggota DPR peminta jatah upeti BUMN ke BK DPR.

BK DPR sendiri tak menindak tegas para anggota DPR yang diduga menerima upeti, berdasarkan hasil pemanggilan Direksi BUMN dan anggota terlapor. BK hanya menegur 4 anggota DPR, tanpa memberikan rekomendasi pemecatan.

(tor/van)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini