Jokowi mengaku kebijakan tersebut sudah direncanakan dan sedang dikaji mendalam.
Ia akan menambah kekuatan armada transportasi untuk mengantisipasinya.
"Sudah saya sampaikan nanti ada tambahan bus 200 unit. Nanti belum ada CSR-nya mungkin 100-an. Juni ada Kopaja-Metromini 1000 unit, tambahan busway 600 unit. Kurang apa?" kata Jokowi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria berusia 51 tahun itu memastikan pembatasan kendaraan tersebut tidak berlaku secara total.
"Hari ini bisa, besok tidak, hari ini bisa, besok tidak kan hanya itu, hanya pengaturan saja. Saya kira masyarakat kita sudah sangat fleksibel," ujar Jokowi.
Dikatakan dia, masyarakat Jakarta bisa menggunakan transportasi umum.
"Nanti bisa saling SMS atau telepon dengan temannya, saudaranya (untuk nebeng kendaraan-red). Itu akan terjadi," kata Jokowi yang terbalut kemeja warna putih ini.
Menurut Jokowi, kebijakan ini diperkirakan mampu menghemat BBM dan mengurangi kemacetan hingga 42 persen serta mengurangi polusi.
"Ini efeknya akan ke mana-mana. Tapi saya juga sampaikan masih dalam proses kajian terutama kajian ekonominya, dampaknya seperti apa, kajian sosial politik juga dihitung seperti apa. Kita tidak ingin tergesa-gesa dan grasak-grusuk tetapi proses ini berjalan terus sambil mendapatkan masukan-masukan dari masyarakat," papar suami Iriana ini.
Jokowi mengaku masih menampung aspirasi warga Jakarta. "Banyak (masukan masyarakat). Biasalah pro dan kontra. Ini yang terus ditampung," kata dia.
(aan/nrl)











































