Hari Kerja, Pernikahan 12-12-12 di Gereja Jakarta Utara Sepi

Hari Kerja, Pernikahan 12-12-12 di Gereja Jakarta Utara Sepi

Prins David Saut - detikNews
Rabu, 12 Des 2012 10:31 WIB
Hari Kerja, Pernikahan 12-12-12 di Gereja Jakarta Utara Sepi
Jakarta - Tanggal 12-12-2012, angka yang hanya muncul satu abad sekali ini ternyata tidak begitu meramaikan gereja dengan acara pernikahan jika dibandingkan 11 November 2011 silam. Hanya tercatat 8 pernikahan yang akan berlangsung hari ini di Jakarta Utara.

"8 Pasangan non-muslim di Jakarta Utara, tapi hari ini akan bertambah sekitar 12 pasangan. Kalau di dinas terdata 20 pasangan seluruh Jakarta," kata Kepala Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jakarta Utara, Edison Sianturi, saat ditemui di kantornya, Jalan Yos Sudarso, Koja, Jakarta Utara, Rabu (12/12/2012).

Edison menambahkan pencatatan perkawinan untuk pasangan di luar Muslim sangat sedikit di Jakarta Utara untuk tanggal yang langka ini. Hal ini dikarenakan tanggal 12-12-2012 jatuh pada hari kerja yang paling sibuk dalam seminggu, yakni Rabu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tren sekarang menurun karena dimungkinkan tidak bersamaan dengan hari libur. Sehingga Jakarta yang kotanya sibuk, mungkin untuk menentukan pada hari kerja itu ada kendala," ujar Edison.

Edison sendiri menyebutkan tidak ada pernikahan yang dilaksanakan pada pukul 12.00 WIB karena pertimbangan hari kerja tersebut.

"Jamnya antara pukul 14.00 WIB sampai 18.00 WIB, banyakan di gereja, gedung, dan hotel. Contoh di Golden Leaf, Kelapa Gading. Mungkin saja ada yang pukul 12.00 WIB, karena kita nggak gabung dengan KUA," ujar Edison.

Jika dibandingkan pada tahun 2011, tepatnya tanggal 11 November tahun lalu, tercatat sebanyak 110 pasangan dari Jakarta Utara yang menikah. Tahun ini sangat menurun drastis karena pertimbangan di atas.

"Tahun lalu 110 pasangan, karena momennya ada bakti sosial dari suatu yayasan menyelenggarakan perkawinan masal yang dilaksanakan di Senayan," ujar Edison.

Edison mengatakan lebih banyak warga keturunan di Jakarta Utara yang menyukai tanggal unik ini. Ia juga menilai banyak warga yang meyakini tanggal yang akan muncul lagi pada tahun 3012 tersebut sebagai pembawa berkah.

"Mereka yang masih keterunan itu yang lebih banyak menggunakan tanggal itu. Kalau kita melihatnya itu peristiwa bersejarah dan gampang diingat, ada juga yang sebagian tertarik dengan tanggal itu, dianggap pembawa berkah. Tanggal itu baru ada kan 1000 tahun lagi, mereka menekankan tanggal itu tidak akan terulang lagi di kehidupan mereka," ujar Edison.

Sementara, salah satu warga Tanjung Priok bernama Martha akan melaksanakan pernikahannya hari ini di Gereja GSLA Tanjung Priok mengaku memang sudah merencanakan jauh-jauh hari sebelumnya.

"Tapi karena hari kerja, calon suami saya sudah izin. Makanya baru bisa nanti pukul 16.00 WIB baru mulai," ujar Martha pada detikcom.

Martha mengaku memilih tanggal 12-12-2012 karena unik. Ia juga menyebutkan alasan sentimentil untuk merayakan Natal.

"Tanggalnya unik dan kita sudah siap, jadi saya bisa natalan tahun ini sama suami saya, kan bisa jadi kado natal terindah buat saya," ujar mempelai wanita dari Levi tersebut.

(vid/rmd)


Berita Terkait