"Suka ada petugas yang minta jatah uang rokok," kata Muhammad (52) yang berdagang di jembatan Halte TransJ di UKI, Cawang, Selasa (11/12/2012) bercerita soal izin dia berdagang.
Jadi uang rokok itu, menjadi iuran uang pengamanan. Mereka pun aman dari razia yang dilakukan Satpol PP. Muhammad berdagang jam dan service jam. Dalam satu bulan dia bisa meraup penghasilan Rp 3 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk membuka lapak di jembatan halte ini pun mesti menyetor uang lapak. Uang itu diberikan kepada pedagang yang senior. Ada 12 pedagang yang berjualan di jembatan halte itu. Mereka kadang suka patungan untuk memberi rokok a la kadarnya kepada "petugas".
"Sistemnya kita gotong royong. Jadi pedagang di sini patungan buat beli rokok, paling mentok satu pedagang kasih Rp 3.000 perak," jelas pria asli Betawi ini.
Keberadaan pedagang ini sejatinya memang cukup membantu. Bayangkan, selama ini halte TransJ tak ada petugas keamanan yang menjaga, seperti Satpol PP, misalnya. Jadi, kalau ada copet atau pelaku pemalakan, para pedagang ini kompak membantu para penumpang atau pengguna jembatan penyeberangan.
"Istilah kata, kalau ada apa-apa kayak copet pedagang pasti turun tangan soalnya kalau nggak aman nanti nggak ada yang lewat, terus yang beli dagangan siapa?" tuturnya.
(ndr/nrl)











































