"Terima. Kan masih ada tahap-tahap seperti polisi lakukan investigasi, KNKT juga melakukan investigasi. Jadi saat ini Norgas menunggu putusan investigasi tersebut," jelas pejabat CEO Norgas Carriers Private Limited Charles Freeman dalam jumpa pers di Hotel Mandarin, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (11/12/2012).
Sikap serupa juga ditunjukkan oleh Su Ji Bing yang akan dipulangkan kembali ke China karena putusan tersebut. Nantinya pihak China yang akan memutuskan nasib izin berlayar Su Ji Bing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Freeman menyayangkan kenapa Mahkamah Pelayaran tidak menampilkan bukti-bukti penting untuk menjawab pertanyaan bagaimana dan mengapa Bahuga tenggelam. Sayangnya, menurut Freeman hal itu tidak dapat disinggung dalam persidangan.
"Barang bukti yang dimaksudkan blackbox. Kapal Norgas dilengkapi blackbox yang sebenarnya memiliki rekaman perbincangan dan akan membantu proses investigasi yang dilakukan KNKT," katanya.
Data dari blackbox menunjukkan KM Bahuga berada di sebelah kanan dan Norgas dari sebelah kiri. Pada saat kejadian Bahuga Jaya seharusnya melakukan manuver ke kanan tapi tak dilakukan. Sedangkan Norgas melakukan manuver ke kanan.
Freeman mengatakan dari gambar yang mereka punya tidak ada kapal apa pun di sebelah kanan Bahuga. Dengan dasar ini Freeman menuding keterangan Bahuga tidak benar.
"Pihak mereka mengatakan, waktu itu banyak sekali kapal di sebelah kanan, oleh karena itu mereka banting kiri," tuturnya.
Freeman punya bukti bagian atas haluan kapal Norgas mengalami kerusakan/benturan, bukan bagian bawahnya. Hal ini menjadi janggal karena pihak Bahuga mengatakan Kapal Norgas menabrak bagian bawah kapal mereka.
"Pada saat kejadian kedua kapal berada 10 meter di atas permukaan air jadi tidak mungkin ada kebocoran. Dan pada saat itu kecepatan kapal hanya 9 knot," jelasnya.
Pihak Bahuga Jaya pernah meminta kompensasi Rp 76 miliar atas kejadian kecelakaan yang menewaskan 7 orang penumpangnya. Namun Freeman mengatakan masih mencari-cari jalan keluar terbaik karena ada perbedaan tahun pembuatan kapal.
"Karena kapal Bahuga Jaya ialah kapal tahun 1972 menurut LLYOD Intelligent International (perusahaan asuransi dan pusat data kapal dunia). Namun Bahuga Jaya mengatakan kapal mereka ialah kapal buatan 1992 menurut Biro Klasifikasi Indonesia (BKI)," tuturnya.
(gah/nrl)










































