"Saya berencana mengajukan pembangunan hunian untuk warga korban kebakaran ini. Apakah itu rusun, atau bagaimana yang penting status tanahnya dulu," kata Bambang saat meninjau lokasi kebakaran seluas 1,2 hektar di RW 03, Jl. Kapuk Utara II, Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (11/12/2012).
Bambang menyebutkan status lahan yang menjadi lokasi pemukiman warga masih dalam sengketa. Sehingga rencana Bambang tersebut harus disesuaikan dengan kejelasan status tanah tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika nantinya status tanah tersebut sudah resmi milik pemerintah, rencana pemukiman warga yang aman dan modern dengan ruang terbuka hijau mudah dilaksanakan.
"Jika status tanah tersebut resmi dikantongi Pemerintah, proses pembangunan pemukiman buat warga segera dilaksanakan. Di dalam lokasi itu, lembaganya mengusulkan 60 persen buat pemukiman, sedangkan sisanya 40 persen buar Ruang Terbuka Hijau (RTH)," ujar Bambang.
Bambang mencatat kebakaran di area yang dimukim oleh 2.500 jiwa tersebut sudah terjadi dua kali. Penyebabnya pun sama, yaitu hubungan pendek arus listrik.
Sedangkan untuk relokasi tempat tinggal para pengungsi, belum dapat diputuskan sebab status lahan yang dalam sengketa. Maka bantuan diprioritaskan untuk sementara ini adalah kebutuhan logistik para pengungsi.
"Makanya kami ini ingin segera membereskan dulu status tanahnya. Tapi Bantuan logistik kebutuhan selama di tenda penampungan akan tetap berjalan. Intinya kita perlakukan mereka lebih memanusiawi," ujar Bambang.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 500 KK kehilangan tempat tinggal mereka setelah si jago merah melahap pemukiman padat penduduk di Kapuk Utara II pada pukul 02.10 WIB. 24 unit mobil Damkar diturunkan untuk memadamkan api, hingga pukul 07.00 WIB berhasil padam.
Api berhasil menghanguskan 800 rumah di tiga RT dari RW 03 Kapuk Utara II, Penjaringan, Jakarta Utara. Para pengungsi juga sudah mendapatkan beragam bantuan seperti 6 tenda pengungsian. Para pemulung juga mendatangi lokasi dan rela terendam rawa untuk mencari sisa-sisa puing bangunan yang bisa dijual.
(vid/lh)










































