detikNews
Selasa 11 Desember 2012, 16:36 WIB

Hakim Agung Yamani Dipecat, Wakil Ketua DPR: Ini Peristiwa Bersejarah

- detikNews
Hakim Agung Yamani Dipecat, Wakil Ketua DPR: Ini Peristiwa Bersejarah
Jakarta - Sidang etik Majelis Kehormatan Hakim (MKH) memvonis Ahmad Yamani dengan sanksi pemberhentian secara tidak hormat alias dipecat. Pimpinan DPR memuji ketegasan MKH memecat Yamani.

\\\"Ini adalah peristiwa bersejarah untuk pertama kalinya Hakim Agung dipecat dengan tidak hormat. Kita harus apresiasi majelis etik yang dibentuk oleh MA dan KY ini, karena Hakim Agung itu mestinya berbudi luhur dan memberi suri tauladan,\\\" kata Wakil Ketua DPR bidang Polhukam, Priyo Budi Santoso, kepada detikcom, Selasa (11\/12\/2012).

Menurut Priyo, ke depan pengawasan terhadap hakim harus diperketat. Momentum pemecatan Yamani harus benar-benar dijadikan ajang benah-benah di institusi kehakiman dan institusi lainnya.

\\\"Semua pihak saya kira akan menghormati, akan mengapresiasi langkah yang dilakukan majelis etik. Ke depan, jadikan ini untuk benah-benah semua elemen sudah tentu DPR, MA, MK, eksekutif, dan lembaga lainnya juga harus berani berbenah,\\\" tegasnya.

Ahmad Yamani merupakan hakim agung pertama kali di Indonesia yang dipecat oleh majelis MKH bentukan Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung. Yamani juga melanggar putusan bersama MA-KY tentang pedoman perilaku hakim.

Kasus pemecatan ini bermula saat PN Surabaya memvonis pemilik pabrik ekstasi di Surabaya Hengky Gunawan dengan 17 tahun penjara. Kemudian Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya menghukum 18 tahun penjara dan kasasi MA mengubah hukuman Hengky menjadi hukuman mati. Namun oleh Hakim Agung Imron Anwari, Hakim Nyak Pha dan Ahmad Yamani, hukuman mati Hengky dibatalkan dan tinggal menjadi 15 tahun penjara.

Belakangan, pimpinan MA meminta Ahmad Yamani untuk mengundurkan diri karena terbukti lalai dalam menuliskan putusan untuk gembong narkoba Hengky Gunawan. Vonis untuk Hengky yang diputuskan 15 tahun penjara, ditulis oleh Yamani yang menjadi anggota majelis menjadi 12 tahun saja.




(van/nrl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com