Acara ini akan berlangsung di Taman Ismail Marzuki (TIM) pada Jumat (14/12) pukul 20.00 WIB. Pagelaran tersebut akan memainkan lagu klasik dan lagu-lagu Indonesia sejak tahun 1912.
"Ini perlu dilestarikan lagi agar masyarakat mulai memperhatikan sejarah kehidupan kotanya. Melalui orkestra ini, dapat disajikan kepada publik sebuah sejarah perkembangan musik orkestra di Indonesia," ujar Kabid Pengkajian dan Pengembangan Disparbud, Abdul Rahim di Balaikota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (11/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Acara ini gratis. Kita juga undang Pak Gubernur untuk hadir. Dari total kapasitas gedung yang mencapai 1.200 bangku, kita sudah menyebar undangan 1.500 undangan. Semoga bisa hadir dalam acara tersebut," katanya.
Sementara itu, Presiden Philharmonic, Neneng Rahardja, mengatakan selama ini kehadiran komunitas musik orkestra kurang mendapatkan tempat di masyarakat. Hal itu dipicu oleh tingginya biaya untuk berkreativitas.
"Philharmonic ini adalah orkes tertua di Indonesia. Maka itu perlu ditampilkan kembali untuk kilas balik perkembangan sejarah kehidupan kota. Orkes ini juga sangat perlu dukungan dari kalangan pemerintah dan pengusaha. Seperti Philharmonic London dan New York yang bisa bertahan sekian lama," katanya.
Rencananya, dalam pagelaran ini akan dimainkan beberapa lagu Indonesia, diantaranya, Varia Ibukota, Tanah Air, Symphony 5, Waltz Serenede, Air, Malam Syahdu, Gita Malam, Chandra Buana, Indonesia Bumi Persada, dan Medley Nyanyian Negeriku.
(jor/rmd)










































