SBY Persilakan Kader PD yang Tak Nyaman Mundur

SBY Persilakan Kader PD yang Tak Nyaman Mundur

Rina Atriana - detikNews
Selasa, 11 Des 2012 14:08 WIB
SBY Persilakan Kader PD yang Tak Nyaman Mundur
Jakarta - Satu-persatu arahan Ketua Dewan Pembina PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada elite PD di Cikeas pada Minggu (9/12) lalu mulai terbuka. SBY ternyata secara tegas meminta kader PD yang sudah tak nyaman untuk mundur.

"Imbauan Pak SBY, agar kader lebih solid, jangan saling sikut, jangan saling mengganggu. Siapa yang mulai merasa tidak nyaman silakan untuk mundur. Jika masih nyaman, silakan bersama-sama merapikan barisan untuk meningkatkan elektabilitas partai," kata anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Melani Leimena Suharli, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (11/12/2012).

Melani mengatakan, sebaiknya kader PD, tidak hanya bersama dalam kemenangan saja. Namun juga ikut berjuang saat PD ada di bawah seperti sekarang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini kondisi elektabilitas PD tengah terpuruk. Sejumlah survei terakhir tak lagi menempatkan PD di posisi pemenang Pemilu.

Situasi terakhir yang mempersulit posisi PD adalah penetapan tersangka Menpora yang juga Sekretaris Dewan Pembina PD Andi Mallarangeng dalam kasus Hambalang. Meskipun Andi telah mundur dari Sekretaris Dewan Pembina PD, namun citra PD dirasakan semakin terpuruk.

Mengenai pergantian posisi Menpora yang kosong setelah ditinggalkan Andi Mallarangeng, Melanii berharap, penggantinya adalah kader dari PD juga.

"Saya sendiri menginginkan kader Demokrat juga yang menggantikan, kan sekarang menteri dari Demokrat sudah berkurang. Saya menilai masih banyak kader yang bagus. Tapi kami hanya menginginkan, tidak bisa mengusulkan apalagi memaksakan," jelasnya.

Melani menilai penetapan menteri aktif sebagai tersangka memang menjadi pil pahit bagi pemerintahan SBY, namun hal tersebut bagus untuk memberitahu dunia internasional bahwa Indonesia serius dalam memberantas korupsi.

(van/van)


Berita Terkait