Anggota Dewan Pembina: PD Harus Siap Kalah di Pemilu 2014

Anggota Dewan Pembina: PD Harus Siap Kalah di Pemilu 2014

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Selasa, 11 Des 2012 13:03 WIB
Anggota Dewan Pembina: PD Harus Siap Kalah di Pemilu 2014
Jakarta - Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) Hayono Isman menilai partainya sulit bangkit jika terus tersandera kader yang tersangkut kasus hukum. Memenangi Pemilu 2014 tinggal impian.

"Jangankan bangkit, di Pemilu 2014 kita harus siap jadi nomor 3 atau nomor 4, kita harus siap menghadapi itu," kata Hayono saat berbincang dengan detikcom, Selasa (11/12/2012).

Hayono menyayangkan elektabilitas PD runtuh justru karena sejumlah oknum kader yang tersangkut kasus hukum. Padahal kinerja anggota FPD di DPR dinilainya cukup baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang disayangkan Partai Demokrat turun bukan karena kinerja. Tapi karena persepsi kader yang terlibat kasus korupsi. Kalau jatuh karena kinerja buruk saya masih bisa menerima, tapi kalau karena persepsi itu menurut saya patut disayangkan," kata Hayono yang duduk di Komisi I DPR ini.

Namun Hayono menyadari, popularitas PD sulit didongkrak. Selama proses penegakan hukum terhadap kader yang diduga terkait korupsi belum tuntas, maka PD akan terus tersandera.

"Memang menurut saya risiko yang harus ditanggung oleh Partai Demokrat. Karena kita kan sangat menghormati hukum. Karena penegakan hukum itu adalah salah satu pilar penting dari demokrasi untuk dapat dipertahankan. Demokrasi dapat terproses dengan baik. Sehingga sulit bagi kita untuk mengambil tindakan terhadap para kader yang diindikasikan melakukan penyimpangan pelanggaran, namun belum mendapat ketetapan hukum," kata Hayono.

Sementara berharap kader PD yang bermasalah hukum untuk mundur sama juga pungguk merindukan rembulan. "Tidak mungkin. Saya kan sudah ingatkan dulu, tidak ada respons. Tidak mungkin saya ingatkan sampai dua kali," kata eks Menpora ini.

(van/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini