"Anang harus berani mendesak pemerintah untuk segera mengeksekusi 53 napi mati bandar narkoba," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, saat dihubungi detikcom, Selasa (11/12/2012).
Langkah ini, kata neta, agar ada terapi kejut dan bandar-bandar internasional berpikir dua kali masuk ke Indonesia. "Tanpa itu Indonesia akan terus menjadi bulan-bulanan bandar internasional," kata Neta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun Anang harus mau segera menyadari, bahwa makin banyak operasi yang dilakukan BNN tapi bandar makin nekat dan Indonesia makin diserbu jaringan mafia narkoba internasional. Ini menunjukkan ada hal yang tidak efektif dari kerja keras BNN selama ini," terang Neta.
Neta menambahkan, kepemimpinan BNN sebelumnya, Gories Merre banyak membangun jaringan kerjasama pemberantasan narkotika dengan luar negeri. Neta berharap, Anang mampu menggunakan jaringan yang telah dibangung BNN sebelumnya, khususnya kerjasama luar negeri.
"Jadi bukan persoalan bagi Anang untuk membangun kerja sama dengan luar negeri, karena dia bisa menggunakan perwira-perwira lain di BNN," papar Neta.
"Yang paling penting dari kerja sama luar negeri dan kinerja BNN adalah bagaimana BNN bisa menekan peningkatan masuknya narkoba dari luar negeri ke Indonesia, dan bisa mensukseskan target presiden bahwa 2015 Indonesia bebas narkoba. Di sinilah keberadaan Anang sebagai Kepala BNN diuji dan dipertaruhkan," imbuhnya.
(ahy/ndr)










































