Ini Pekerjaan Rumah Kepala BNN yang Baru, Eksekusi 53 Napi Gembong Narkoba

Ini Pekerjaan Rumah Kepala BNN yang Baru, Eksekusi 53 Napi Gembong Narkoba

Andri Haryanto - detikNews
Selasa, 11 Des 2012 09:57 WIB
Ini Pekerjaan Rumah Kepala BNN yang Baru, Eksekusi 53 Napi Gembong Narkoba
Jakarta - Terpilihnya Irjen Anang Iskandar sebagai Kepala BNN menggantikan Komjen Gories Merre mengejutkan banyak pihak, karena di luar nama-nama yang diajukan Polri ke Presiden. Anang diminta berani mendesak pemerintah untuk segera mengeksekusi 53 napi vonis mati gembong narkotika.

"Anang harus berani mendesak pemerintah untuk segera mengeksekusi 53 napi mati bandar narkoba," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, saat dihubungi detikcom, Selasa (11/12/2012).

Langkah ini, kata neta, agar ada terapi kejut dan bandar-bandar internasional berpikir dua kali masuk ke Indonesia. "Tanpa itu Indonesia akan terus menjadi bulan-bulanan bandar internasional," kata Neta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, Anang bukan lah orang baru di lingkungan BNN. Sejak BNN masih berada di bawah garis koordinasi Bareskrim Polri, Anang dipercaya menjabat sebagai Kepala Pusat pencegahan dan Direktur Advokasi Deputi Pencegahan. Neta berharap, pengalaman Anang selama berada di BNN dapat meneruskan prestasi yang BNN ukir selama ini.

"Namun Anang harus mau segera menyadari, bahwa makin banyak operasi yang dilakukan BNN tapi bandar makin nekat dan Indonesia makin diserbu jaringan mafia narkoba internasional. Ini menunjukkan ada hal yang tidak efektif dari kerja keras BNN selama ini," terang Neta.

Neta menambahkan, kepemimpinan BNN sebelumnya, Gories Merre banyak membangun jaringan kerjasama pemberantasan narkotika dengan luar negeri. Neta berharap, Anang mampu menggunakan jaringan yang telah dibangung BNN sebelumnya, khususnya kerjasama luar negeri.

"Jadi bukan persoalan bagi Anang untuk membangun kerja sama dengan luar negeri, karena dia bisa menggunakan perwira-perwira lain di BNN," papar Neta.

"Yang paling penting dari kerja sama luar negeri dan kinerja BNN adalah bagaimana BNN bisa menekan peningkatan masuknya narkoba dari luar negeri ke Indonesia, dan bisa mensukseskan target presiden bahwa 2015 Indonesia bebas narkoba. Di sinilah keberadaan Anang sebagai Kepala BNN diuji dan dipertaruhkan," imbuhnya.

(ahy/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini