KPK Temukan Indikasi Choel Jadi Makelar Proyek Hambalang?

KPK Temukan Indikasi Choel Jadi Makelar Proyek Hambalang?

- detikNews
Senin, 10 Des 2012 23:52 WIB
KPK Temukan Indikasi Choel Jadi Makelar Proyek Hambalang?
Bangunan bagian proyek Hambalang
Jakarta - KPK mencegah Andi Zulrkanain (Choel) Mallarangeng terkait kasus Hambalang. Adik dari Andi Mallarangeng sebelumnya memang sudah santer disebut sebagai makelar dalam proyek ini.

Dalam perkara ini, Choel memang masih berstatus sebagai saksi. Namun dia terhitung saksi yang istimewa karena dicegah ke luar negeri, bersama pejabat Adhi Karya Muhammad Arief Taufiqurahman.

Ada informasi yang menyebutkan bahwa KPK mulai menemukan adanya indikasi dan bukti-bukti pendukung mengenai keterlibatan Andi dan Choel. Sebelumnya, di persidangan Choel sudah beberapa kali disebut sebagai makelar proyek ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Choel merupakan adik kandung dari Andi. Mantan Bendum Demokrat yang juga merupakan pemilik Grup Permai, Nazaruddin menyebut Andi mendapat bagian dari rekanan Kemenpora dalam proyek itu yaitu PT Adhi Karya sebesar Rp 20 miliar yang diserahkan melalui adik kandung Menpora, Choel Mallarangeng.

"Kalau soal proyek Hambalang, memang uang yang diserahkan untuk jatahnya menpora yang terima Choel Mallarangeng, memang Andi Mallarangeng memerintahkan supaya uangnya diterima Choel," tutur Nazaruddin usai menjalani pemeriksaan di kantor KPK, Rabu (23/5/2012) malam.

Tudingan Nazaruddin ini bisa saja omong kosong. Namun 'celakanya' bagi Andi dan Choel, tuduhan Nazar ini diperkuat oleh kesaksian Mindo Rosalina Manulang di persidangan.

Di dalam persidangan kasus suap Wsma Atlet, Rosa menyinggung mengenai proyek Hambalang yang memang berkaitan. Sepengetahuannya ada aliran uang mengalir kepada Choel Mallarangeng, adik dari Menpora Andi Mallarangeng.

Rosa menceritakan, PT Anak Negeri, salah satu perusahaan yang dikendalikan oleh M Nazarudin pernah menggelontorkan uang senilai Rp 20 milliar pada 2010. Uang sebesar itu dikucurkan untuk memperlicin urusan pembebasan tanah dan lain-lain, agar proyek tersebut berjalan lancar.

Nah pada suatu ketika, Rosa pernah diminta Nazarudin untuk menanyakan uang itu ke Sesmenpora Wafid Muharam. Rosa menanyakan uang pelicin tersebut dialirkan ke mana saja.

"Saya diminta menagih uang Rp 20 miliar itu ke Wafid. Nah Wafid bilang ke siapa saja," tutur Rosa dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor, Jl Rasuna Said, Jaksel, Senin (16/1/2012).

Wafid, lanjut Rosa, mengatakan uang Rp 20 miliar itu digunakan untuk mengurus prosedur di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Selain itu juga ada peruntukkan dana untuk Choel Mallarangeng. Namun Rosa tidak menjelaskan secara rinci besaran uang itu.

"Pak Wafid bilang itu untuk mengurus BPN untuk Hambalang. Juga ada ke saudaranya Pak Andi, Choel. Itu sudah dikasih ke Choel Mallarangeng. Sudah dikembalikan Rp 10 miliar ke sini," papar Rosa.

Lalu bagaimana tanggapan Andi? Menteri Andi Mallarangeng membenarkan, adiknya, Zulkarnain Mallarangeng atau yang sering disapa Choel Mallarangeng sempat pernah ditawari uang terkait proyek pembangunan pusat olah raga Hambalang yang total anggarannya Rp1,2 triliun. Namun katanya, tawaran itu ditolak adiknya.

"Jadi memang ketika ada kesaksian itu, saya langsung tanyakan ke adik saya, kata adik saya itu (tawaran) sudah ditolak," kata Andi ketika bersaksi bagi terdakwa Muhammad Nazaruddin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Rabu (22/2/2012).

Tak beberapa lama setelah sang kakak menjadi tersangka, Choel menggelar konferensi pers. Di dalam konferensi pers itu, Choel menjelaskan bahwa dirinya bukan merupakan makelar atau pun memiliki keterlibatan dalam proyek Hambalang.

Β "Adapun mengenai diri saya, saya tegaskan sekali lagi bahwa saya tidak sedikit pun terkait dengan kasus Hambalang," ujar Choel dalam jumpa pers di Wisma Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (7/12). Saat memberi keterangan pers, Choel ditemani kakaknya yakni Rizal Mallarangeng.

"Karena itu saya terkesima ketika membaca tuduhan yang dialamatkan kepada saya. Saya lebih terkesima lagi membaca pernyataan berbagai pihak yang menyiratkan saya memainkan peran sebagai perantara menyalurkan dana Hambalang," sambungnya.

(/ahy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads