Meskipun diguyur hujan deras, serta dihalau tembakan gas air mata dan semburan watercanon, semangat mahasiswa Univ. 45 pantang surut ketika menyerang barikade tameng aparat kepolisian yang bertahan di depan kantor Kejati Sulsel.
Setelah langit mulai gelap, kedua kubu sepakat untuk berdamai dan menghentikan bentrokan. Setelah pihak kepolisian yang jumlahnya sekitar dua peleton tersebut menarik mundur pasukannya, mahasiswa Univ. 45 juga ikut mundur dan masuk ke dalam kampusnya, yang jaraknya dari kantor Kejati Sulsel hanya sekitar 100 meter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain bentrokan di depan kantor Kejati Sulsel, sebelumnya sekitar seratus mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) menyerbu kantor Gubernur Sulsel, yang lokasinya juga berjarak sekitar 100 meter dari kampus UMI. Mahasiswa UMI terlibat bentrokan dengan polisi dan pegawai kantor Gubernur sekitar 30 menit. Bentrokan ini dipicu rasa kesal mahasiswa karena merasa disepelehkan Gubernur Sulsel yang urung menemui mereka. Bentrokan akhirnya bisa dicegah sekelompok dosen UMI yang dipimpin Wakil Rektor III UMI, Prof Ahmad Gani.
Selain itu, akibat bentrokan yang berlangsung sekitar empat jam tersebut, jalan Urip Sumoharjo dari arah fly over ke kantor Gubernur Sulsel dan jalan-jalan sekitarnya lumpuh total akibat akses jalan ditutup mahasiswa.
(mna/ahy)











































