Aksi blokir kawasan pelabuhan yang berlangsung sekitar enam jam itu, berakhir tanpa ada masalah. Polisi dan tentara yang berjaga-jaga di sekitar lokasi, mengawal kepulangan para buruh.
Seiring dengan berakhirnya aksi demontrasi itu, aktivitas di terminal peti kemas Belawan atau International Container Terminal (BICT) serta Pelabuhan Ujung Baru perlahan mulai normal kembali. Ratusan truk pengangkut kontainer yang tertahan hingga ke ruas jalan tol perlahan mulai bergerak pelan dan masih tersandung macet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi demo para buruh hari ini untuk menegaskan tuntutan Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumut 2013 sebesar Rp 2,2 juta. Tuntutan ini juga berarti sekaligus menolak UMP sebesar Rp 1.375.000 yang sudah ditetapkan Plt Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho pada 30 November lalu.
βKami tetap menginginkan UMP sesuai kebutuhan hidup layak para buruh,β kata Pahala Napitupulu dari Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 1992 salah satu penggagas aksi demonstrasi.
Di Belawan aksi buruh itu turut andil menyebabkan kerusakan pagar dan fasilitas absensi karyawan milik PT Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART) di Jl. Belmera Baru III. Massa juga melemparkan batu sehingga memecahkan kaca bangunan kantor Belawan Logistik Center (BLC) milik PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Cabang Belawan.
Sementara di Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, massa buruh memblokir gerbang masuk tol Belmera yang ada di Tanjung Morawa. Akibatnya sejumlah kendaraan tidak bisa melintas dari pintu tol tersebut, dan sebagian truk tertahan di kawasan pintu keluar tol.
(rul/ahy)











































