Badai Jeanne Tewaskan 620 Warga Haiti, Ribuan Rumah Hancur

Badai Jeanne Tewaskan 620 Warga Haiti, Ribuan Rumah Hancur

- detikNews
Rabu, 22 Sep 2004 04:08 WIB
Jakarta - Amukan badai Tropis Jeanne menimbulkan korban besar di Haiti. Hingga Selasa (21/9/2004) waktu setempat badai ini telah menelan korban tewas 620 orang, 500 di antaranya di kota Gonaives.Jumlah korban tersebut diperkirakan masih akan bertambah. Seorang pejabat setempat, sebagaimana dikutip kantor berita The Associated Press, Rabu (22/9/2004), memperkirakan masih akan menemukan korban tewas lainnya.Badai ini menimbulkan kepanikan massal di Gonaives yang terletak di bagian utara Haiti ini. Dilaporkan air darah mewarnai air banjir sedalam lutut sewaktu para pekerja kesehatan menumpuk kumpulan mayat di luar rumah mati rumah sakit.Bangkai babi, kambing, dan anjing, serta potongan mebel yang rusak juga mengapung di kali berlumpur yang sebelumnya adalah jalan raya di kota yang babak belur ini."Kami akan mulai mengubur jenazah di pemakaman massal," kata Toussaint Kongo-Doudou, seorang juru bicara Misi Perdamaian PBV di Haiti. Beberapa korban telah dikuburkan Senin lalu.Banjir yang tingginya mencapai 10 kaki di gedung-gedung di Gonaives menunjukkan betapa dahsyatnya badai dan banjir ini. Air banjir yang berasal dari pegunungan telah menghancurkan rumah dan tanaman pangan di daerah Artibonite yang merupakan pemasok makanan bagi Haiti.Air banjir memang telah surut, tetapi separuh dari kota terbesar ketiga di Haiti ini masih tergenang air yang tercemar hingga setinggi dua kaki empat hari pasca Badai Jeanne.Tak ada rumah di kota berpenduduk 250.000 orang ini yang luput dari kerusakan. Tunawisma tampak memenuhi jalan-jalan dengan membawa barang milik mereka. Sedang warga yang rumahnya tidak terlalu parah kerusakannya terlihat sedang mengeringkan pakaian."Saya kehilangan anak saya dan ada tidak ada bisa yang bisa saya lakukan," kata Jean Estimable, yang dua orang putranya tewas dan satu orang lainnya di antara lima orang anaknya hilang.Dieufort Deslorges, juru bicara Badan Perlindungan Penduduk, menduga jumlah korban akan meningkat seiring masuknya laporan dari berbagai daerah terpencil.Menurut Kepala Palang Merah Haiti Raoul Elysee, lebih dari 1.000 orang masih hilang. Kelompok bantuan internasional CARE mengatakan 85 orang di antara 200 orang karyawannya di Gonaives belum diketahui keberadaannya. (gtp/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini