"Itu resiko yang kita ambil, karena kita taat hukum. Jangan angkat citra partai dengan melanggar hukum, yang rugi bukan hanya Partai Demokrat tapi seluruh politik kita," kata Hayono Isman di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (10/12/2012).
Menurutnya, partai demokrat partai yang taat pada hukum, maka kalau hanya untuk tujuan menjaga citra dengan mencopot Anas Urbaningrum maka berbahaya bagi demokrasi Indonesia, tapi dalam konteks politik nasional demokrat memberi cntoh dalam perpolitikan Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hayono menuturkan, ketentuan Partai Demokrat adalah jika sudah ada kepastian hukum maka partai baru bisa mengambil sikap terhadap kadernya, sebagaimana terjadi pada Andi Mallarangeng atau Nazaruddin.
"Pak Andi mundur karena jadi tersangka. Anas belum jadi tersangka, Pak Anas punya hak hukum yang harus dihormati," tegasnya.
(/lh)











































