Para pendemo berasal dari berbagai organisasi buruh dan pekerja di sejumlah perusahaan, terutama yang berada di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang. Mereka mengumpulkan massa dengan mendatangi perusahaan-perusahaan dan mengajak buruhnya ikut berdemo.
Aksi sweeping itu antara lain terlihat di Kawasan Industri Medan (KIM) dan kawasan Patumbak serta Tanjung Morawa di Deli Serdang. Buruh juga melakukan aksi serupa di arah Diski, Deli Serdang. Sejauh ini aksi sweeping itu tidak menimbulkan bentrokan.
Massa kemudian terkonsentrasi di tiga lokasi. Kelompok buruh yang berasal dari kawasan KIM menuju kawasan Pelabuhan Belawan. Iring-iringan sepeda motor para buruh menyebabkan kemacetan hingga sekitar 3 kilometer. Massa buruh yang dari Tanjung Morawa berkumpul di depan pintu gerbang tol Tanjung Morawa dan memblokir jalan tersebut, sementara mass buruh yang dari kawasan Diski memblokir jalan masuk menuju Kota Binjai.
Pahala Napitupulu dari Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 1992 menyatakan, aksi mereka pada hari ini untuk menuntut Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho untuk merevisi Upah Minimum Provinsi (UMP) 2013 sebesar Rp 1.375.000 menjadi Rp 2,2 juta.
"Kalau memang tidak bisa sebesar Rp 2,2 juta, ya jalan tengahnya bagaimana? Jangan malah gubernurnya lari seperti kemarin," kata Napitupulu.
UMP Rp 1.375.000 yang ditetapkan pada 30 November lalu itu merupakan hasil revisi UMP 2013 sebelumnya yang diputuskan Rp 1.305.000. Pertambahan Rp 70 ribu ditetapkan Plt Gubernur Sumut menyikapi demo buruh beberapa pekan sebelumnya. Tetapi revisi dengan total pertambahan Rp 175 ribu dibanding UMP 2012 yang sebesar Rp 1.200.000 itu, tetap ditolak buruh dan menginginkan UMP Rp 2,2 juta seperti UMP Jakarta.
Sebelumnya, Rabu, 05/12/2012, massa berunjuk rasa ke Lapangan Garuda, Tanjung Morawa, sekitar 200 meter dari pintu masuk tol Tanjung Morawa. Mereka mengajukan satu tuntutan, revisi Upah Minimum Provinsi (UMP) 2013 menjadi sebesar sebesar Rp 2,2 juta.
(rul/trw)










































