Para pendemo juga membawa spanduk bertuliskan 'Di Mana Letak Tanggung Jawab PT KAI Selama Ini'.
Pedagang menduga tempat jualan mereka akan dijadikan kawasan bisnis yang rapi kerjasama PT KAI dan pengusaha. Para pedagang siap ditertibkan namun mereka meminta jangan digusur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, di kanan dan kiri peron Stasiun Depok Baru kini sudah bersih dari kios semi permanen PKL. Ratusan polisi dari Polresta Depok dan Polsek Pancoran Mas masih berjaga-jaga di sekitar stasiun. Pembongkaran dilakukan dari pukul 08.00 WIB.
Kasubbag Humas Kapolresta Depok Aiptu Bagus Suhardi menyatakan, keterlibaan polisi untuk menjaga tindakan anarki dari pedagang.
Sementara itu, perwakilan pedagang, Rahmat mengatakan, lapak sudah mereka beli dari salah seorang pengembang. Mereka membeli Rp 10-30 juta per kios. Pedagang juga diminta sewa pertahun Rp 500 ribu dan iuran per hari Rp 5.000.
Pedagang juga sudah berdagang selama 20 tahun. Rahmat dan rekan-rekannya menuntut dilakukan relokasi. Mereka juga mempertanyakan mengapa ada satu minimarket yang dibolehkan beroperasi di pintu masuk stasiun.
Meski ada pembongkaran dan demo PKL, aktivitas penumpang dan operasi kereta di Stasiun Depok Baru tidak terganggu.
(nwy/nrl)











































