Dua bayi kembar berusia 6 bulan, Ralva dan Raldy, yang ditemukan tewas di ember, dibunuh ibunya dengan cara dibekap. Keduanya kehabisan napas. Tak diketahui motifnya, sang ibu kemudian menaruh kedua bayi itu di ember penuh air.
Berdasarkan prarekonstruksi yang digelar Senin (10/12/2012), awalnya ibu bayi, Nova Wurangian (43), menggendong dua dari tiga bayi kembarnya. Satu bayi lainnya sudah tidur. Karena terus rewel, kedua bayi itu dibekap di dada.
Satu bayi meninggal karena kehabisan napas, sedangkan satu lainnya masih menangis dengan napas tersengal. Kemudian, kedua bayi tersebut ditaruh di kasur di ruang tamu bersama satu bayi lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nova masuk lagi ke ruang tamu lagi. Bayi yang napasnya tersengal, diketahui sudah tak bernyawa. Kedua bayi malang itu kemudian dimasukkan ke ember di kamar mandi. Nova buru-buru keluar rumah.
"Kepergiannya ke warung hanya alibi. Dia pergi ke rumah teman," kata Nanang.
Jenazah Ralva dan Raldy ditemukan di ember dalam kondisi tak bernyawa di kamar mandi rumah ortunya, Kelurahan Winangun Satu Lingkungan II Kecamatan Malalayang, Manado, Sabtu (8/12/2012) sekitar pukul 12.00 Wita. Kedua bayi masih berpakaian lengkap dengan posisi tubuh saling membelakangi, hanya terpisah gayung. Sedangkan bayi kembar lainnya, Raldy (6 bulan), masih terbaring di kasur yang diletakkan di lantai ruang tamu.
Berdasarkan prarekonstruksi, polisi menyimpulkan Nova sebagai pelaku pembunuhan bayi. Motif pembunuhan masih diselidiki. Sejauh ini, status Nova masih sebagai terperiksa.
(trw/nrl)











































