"Kabinet seperti ini tidak bisa solid juga karena menteri-menteri dari bendera warna-warni dan loyalitasnya mungkin disanksikan, sehingga banyak program tidak terwujud. Menurut saya ini dalam konteks kabinet, reshuffle harus dilakukan. Mundurnya Andi Mallarangeng ini momentum emas untuk reshuffle kabinet," kata pengamat politik dari LIPI Siti Zuhro saat berbincang dengan detikcom, Senin (10/12/2012).
Siti mengamati, SBY sudah punya cukup alasan untuk melakukan reshuffle kabinet. Terutama kepada sejumlah kementerian yang dianggap kinerjanya tidak maksimal.
"Laporan dari Pak Dahlan Iskan, Dipo Alam, juga UKP4 bahwa ada sejumlah kementerian merah dan Pak SBY sedikit kecewa terhadap kebijakan itu landasan penting Pak SBY untuk melakukan perombakan signifikan," kata Siti.
Menurut Siti, SBY bisa mengganti sejumlah menteri dari parpol yang tak maksimal. Penggantinya bisa diambil dari non parpol yang profesional. Keberanian SBY mengambil sikap akan menentukan penilaian masyarakat terhadap dua periode masa kepemimpinan SBY.
"Kabinet pelangi tidak relevan lagi. Setagb juga sudah tak efektif. Ini momentum bagus Pak SBY untuk menendang bola menyolidkan KIB II dengan menunjuk orang lain dan tidak terpaku pada perpol. Pak SBY harus berani. Dia mempertaruhkan reputasinya memerintah dua periode dan dia harus melakukan terobosan yang akhirnya bagi end of the day khusnul khotimah, mengakhiri jabatan dengan sempurna," tegasnya.
Jubir Partai Demokrat Andi Nurpati juga telah mendorong Presiden SBY mengevaluasi total KIB II. Andi Nurpati juga menyarankan SBY untuk mempertimbangkan agar mengganti menteri yang kinerjanya tidak maksimal.
(van/nrl)











































