Ini Jazz & Yaris Milik 'Raja Jambret' yang Tewaskan Bu Guru Sundari

Ini Jazz & Yaris Milik 'Raja Jambret' yang Tewaskan Bu Guru Sundari

Nur Khafifah - detikNews
Senin, 10 Des 2012 11:52 WIB
Ini Jazz & Yaris Milik Raja Jambret yang Tewaskan Bu Guru Sundari
Jakarta - Subaidih bersama komplotannya bisa jadi adalah 'raja jambret' di Jakarta. Mereka menjambret sejak 2009 sebanyak 250 kali, dengan korban salah satunya Bu Guru Sundari (37). Dari kejahatan menjambret ini, mereka mampu membeli mobil Honda Jazz dan Toyota Yaris.

Kedua mobil itu kini disita polisi, menyusul dibekuknya bandit jalanan ini. Mobil itu terparkir di depan Polres Jakarta Pusat, Jl Kramat Raya.
 
Pantauan detikcom, Senin (10/12/2012), kedua mobil ini berkelir silver. Pada Honda Jazz dipasangi stiker berbentuk ornamen di bagian kap mesinnya. Nomor polisi pada bagian depan mobil ini ditutupi dengan kertas putih. Tidak terlihat adanya garis polisi pada mobil ini.

Pada mobil Yaris terdapat sebuah stiker bertuliskan 'Perjuangan' di kaca depan bagian atas. Sama seperti Honda Jazz, bagian pelat nomor bagian depan mobil ini juga dipasangi kertas putih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polisi membekuk 'raja jambret' yang menewaskan Sundari, guru Akuntansi SMK 23 Pademangan, Jakarta Utara, pekan lalu . Satu di antaranya ditembak kakinya karena berusaha kabur saat digerebek. Para pelaku ini diringkus di Cipinang, Baru Bundar, Kompleks Kehakiman, Jakarta Timur.

Pelaku adalah Subaidih, Risman, Agus, dan Muhaimin. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan alat kejahatan berupa air softgun, celurit, sepeda motor merek Ninja bernopol B 3187 TLJ, dan Satria FU bernopol B 6271 PTS.

Penjambretan yang menewaskan Sundari terjadi pada Selasa (27/11/2012) sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu, korban sedang dibonceng penjaga sekolah, Pono, di Jl Salemba Raya dari arah Senen menuju ke Kampung Melayu. Tiba-tiba saja motor yang ditumpangi Sundari dipepet dua orang dengan menggunakan motor di seberang Perpustakaan Nasional. Salah seorang penjambret kemudian merampas paksa tas yang dikempit Sundari. Sundari mempertahankan tas itu, sehingga terjatuh dan meninggal dunia.

Saat kejadian, Sundari bermaksud mengambil SK pengangkatannya sebagai PNS. Ibu dua anak ini merupakan salah satu guru favorit di sekolah tersebut.

(nal/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini