Ini Dia 5 Instruksi Tegas Jokowi

Ini Dia 5 Instruksi Tegas Jokowi

Niken Widya Yunita - detikNews
Senin, 10 Des 2012 10:05 WIB
Ini Dia 5 Instruksi Tegas Jokowi
Jakarta - Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) tidak bisa bekerja hanya dengan Wagub DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saja untuk menyelesaikan program-programnya. Jokowi memerlukan peran serta bawahannya serta petugas terkait.

Jokowi pun menginstruksikan bawahan dan petugas terkait agar programnya cepat tuntas. Berikut 7 instruksi tegas Jokowi seperti detikcom rangkum, Senin (10/12/2012):



1. Instruksi pada RT/RW

Jokowi di depan sekitar 5.000 orang pengurus RT/RW di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (2/12/12), mewajibkan diadakannya kerja bakti dua minggu sekali di RT-RW. Pengurus RT/RW juga harus menghijaukan taman-taman kampung yang gundul.

"Selama saya kerja di lapangan, saya sudah memotret apa saja yang ada di lapangan. Maksimal dua minggu sekali harus ada kerja bakti di RT-RW," instruksi Jokowi.

Jokowi juga menginstruksikan pengurus RT/RW membersihkan coretan-coretan liar pada bangunan, jembatan, dan pipa air. Menurutnya keindahan lingkungan adalah tanggung jawab semua masyarakat.

Selain itu, eks Walikota Solo ini mengistruksikan pengurus RT/RW menjaga kebersihan sungai dan saluran air. Menurut Jokowi, ada 2 ribu ton sampah di Jakarta yang masuk ke selokan, saluran air dan sungai-sungai.

"Bagaimana tidak terjadi banjir? Kalau di Manggarai, kemarin saya perintahkan 3 hari dibersihkan, tapi terus kasur datang, sampah kecil-kecil datang. Ini tugas Bapak-Ibu," tuturnya.

Jokowi juga mengharuskan pengurus RT/RW menertibkan spanduk liar.

"Jangan bilang 'ini bukan Tupoksi (Tugas Pokok Fungsi-red) saya'. Saya sampai mau marah itu dengar 'Tupoksi-tupoksi'. Ini bukan masalah Tupoksi tapi tentang tanggung jawab kita semua," ungkap Jokowi.

2. Instruksi pada PNS Kenakan Pakaian Betawi

Di depan sekitar 5.000 pengurus RT/RW se-Jakarta, Jokowi menginstruksikan PNS DKI untuk mengenakan pakaian Betawi setiap hari Rabu.

"Tiap hari rabu, 68.000 PNS kita wajibkan memakai pakaian Betawi. Ini masih diproses apakah pakai pakaian demang, pakaian Abang-None, kalau sudah ketemu (pilihannya-red) baru dipakai," kata Jokowi, Minggu (2/12/2012).

3. Instruksi pada Walikota, Camat & Lurah

Jokowi menginstruksikan pada walikota, camat dan lurah agar tegas pada pedagang kaki lima yang suka melawan bila ditertibkan. Menurut Jokowi, pemerintah itu tugasnya mengatur dengan cara yang tegas dan betul. Bukan sebaliknya, diatur.

"Pemerintah tugasnya mengatur bukan diatur. PKL mengatur lurah camat, nggak ada seperti itu. Tapi dengan cara yang betul, harus tegas, beri peringatan, harus tegas, tetapi jangan kasar. Tegas tidak berarti kasar. Kalau digebuki itu yang nggak benar, jadi diperingatkan Pak. Kalau nggak Bapak Ibu semua nggak punya wibawa nanti," kata Jokowi dihadapan 267 lurah, 47 camat, 5 wali kota dan 1 bupati dari seluruh wilayah DKI Jakarta di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (20/11/2012).

4. Instruksi pada Satpol PP

Di hadapan pengurus RT/RW, Jokowi menginstruksikan Satpol PP agar tidak bertindak kasar. Satpol PP harus tetap tegas, namun tidak boleh kasar saat menertibkan masyarakat, misalnya menggunakan cara-cara kekerasan.

"Satpol PP harus tegas tapi tidak kasar," tegas Jokowi, di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (2/12/2012).

Usai apel pagi bersama Satpol PP di Monas, Jakarta, Kamis (1/11/2012), Jokowi juga menginstruksikan Satpol PP mengedepankan cara-cara persuasif dan menghilangkan budaya kekerasan.

"Satpol PP adalah cerminan dari pemerintah daerah. Kalau Satpol PP tukang gebuki di mana-mana, pasti pemerintah daerah juga. Jadi hobinya Satpol PP nggak bak buk seperti itu sehingga DKI ini seperti yang saya sampaikan agar Satpol PP yang santun, yang ramah dikedepankan. Tetapi yang satu lagi tetap tegas," kata Jokowi.

5. Instruksi pada Dinas Tata Kota

Jokowi menginstruksikan Dinas Tata Kota DKI agar kantor, pasar, dan sekolah ada karakter Betawi-nya. Rencana itu akan dimulai tahun depan. Tujuan Jokowi agar masyarakat tidak lupa dengan identitasnya.

"Ondel-ondel juga harus kita lestarikan," imbuhnya bersemangat.

Jokowi juga menggelontorkan dana Rp 291 miliar untuk membangun kampung berkarakter Betawi di Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dia memberi tenggat waktu maksimal dua tahun untuk merealisasikan Situ Babakan sebagai ikon Betawi.

"Nanti akan ada rumah batang, ada rumah pesisiran, ada rumah joglonya, ada rumah panggungnya, yang identitas Betawi, karakter Betawi. Ini yang mau kita angkat. Visinya juga harus ada," kata Jokowi saat berkunjung ke Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (21/11/2012).
Halaman 2 dari 6
(nwy/nrl)


Berita Terkait