Banjir merendam ribuan rumah di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah (Kalteng), hampir sepekan ini. Ketinggian air mencapai lebih dari 1 meter. Akibatnya, sebagian besar wilayah Barito Utara juga gelap gulita karena aliran listrik dimatikan.
"Benar, kita lakukan pemadaman sebagian wilayah Barito Utara," kata Humas PT PLN (Persero) Wilayah Kalsel-Kalteng, Sucahyono, saat dihubungi, Minggu (9/12/2012) malam.
Menurut dia, pemadaman terpaksa dilakukan di sebagian besar wilayah kecamatan yang terendam banjir. Bahkan untuk wilayah Muara Teweh di dalam kota, hanya mengoperasikan sejumlah trafo untuk mengantisipasi kemungkinan ketinggian air terus bertambah pada malam hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sucahyono juga menjelaskan untuk wilayah lainnya seperti Kecamatan Montalat dan Kecamatan Lahei, sudah dipadamkan terlebih dahulu, termasuk Kecamatan Lemo dan Desa Jingah. Praktis, ribuan pelanggan saat ini tidak bisa menikmati aliran listrik akibat banjir.
"Diperkirakan kurang lebih 2 ribu pelanggan saat ini padam disebabkan ketinggian air banjir mencapai 2 meter," terang Sucahyono.
Seperti diberitakan, banjir yang terjadi di Kabupaten Barito Utara, Kalteng, terjadi sejak 3 Desember 2012 hingga saat ini semakin meluas. Data terakhir, ada 8.872 rumah yang terendam. BNPB merilis, 6 kecamatan dari 9 kecamatan di Barito Utara terendam banjir dengan ketinggian 2 hingga 4 meter. Dilaporkan di beberapa tempat terjadi kenaikan banjir 30 cm pada hari ini. Terkait itu, Bupati Barito Utara telah menyatakan status tanggap darurat sejak 8 sampai 28 Desember 2012 mendatang.
"Akibatnya 8.872 rumah, 11 unit sekolah, 4 unit Puskesmas Pembantu, 5 unit masjid, 7 mushola, 1 gereja, 1 pastori, 1 balai basara hindu, 2.753 ha sawah, 25 unit jembatan beton dan kayu, 10 km ruas jalan dan ribuan hektar perkebunan terendam banjir," kata Humas BNPB Sutopo dalam rilisnya, Minggu (9/12/2012).
(rmd/rmd)










































