"Oh besok jadi beliau memenuhi panggilan Polda Jabar sebagai saksi dalam kasus dugaan penipuan dan pemerasan. Keluar rumah sakit memang langsung ke Garut karena besok pagi harus memimpin upacara. Setelah upacara akan kembali ke Bandung," ujar Ujang saat dihubungi detikbandung melalui telepon.
Ujang memastikan meski Aceng baru keluar dari rumah sakit setelah diopname tiga malam, Aceng akan hadir dalam pemeriksaan besok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asep melapor ke Polda Jabar pada Kamis (10/5/2012) lalu. Dalam laporan bernomor LPB/381/V/2012/Jabar itu tertera terlapor Aceng Fikri dan Chep Maher. Perkara yang diadukan Asep yakni berupa tindak pidana penipuan atau penggelapan serta pemerasan yang dilakukan dua terlapor tersebut.
Ceritanya, pada 12 April 2012 Asep datang ke rumah Aceng. Dia mengaku menyerahkan uang tunai US$ 25 ribu. Setelah sebelumnya staf Aceng yang bernama Chep meminta Rp 500 juta sebagai uang pendaftaran wakil bupati Garut . Namun pada 17 April Chep mendatangi Asep di Hotel Banyu Artha Cipanas, Garut. Chep bermaksud menyampaikan permintaan Aceng yakni meminta uang Rp 1,4 miliar yang alasannya untuk meloloskan menjadi Wakil Bupati Garut.
Asep melapor ke Polda Jabar lantara setelah dia gagal menjadi Wakil Bupati Garut, ternyata uang yang sudah dibayarkan tidak kunjung kembali. Wakil Bupati yang terpilih adalah Agus Hamdani dari PPP.
(ern/mad)











































