Survei INSIS ini dilakukan pada 16 November - 4 Desember 2012. Jumlah responden yang dilibatkan adalah 1.070 orang, yang terdiri dari laki-laki dan perempuan dari 33 provinsi. Survei ini menggunakan metode multi-stage random sampling dengan margin of error 3 persen.
Hasilnya secara umum, elektabilitas politikus Golkar Priyo Budi Santoso sebagai capres paling tinggi di antara tokoh muda lainnya. Di bawahnya ada Pramono Anung (PDIP), Hidayat Nur Wahid, dan Puan Maharani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal selama ini Puan kerap disebut sebagai capres potensial PDIP di masa depan. Sebagai anak, Puan dianggap mewakili ketokohan Megawati. Namun Pramono rupanya berhasil muncul menyalip Puan dari sisi elektabilitas. Tentunya ada alasan khusus mengenai hal ini.
"Sering dikutip media," kata peneliti INSIS, Mochtar W Oetomo, dalam Laporan Survei Nasional, di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Minggu (9/12/2012).
Pramono memang tidak menduduki jabatan strategis di PDIP, namun sebagai Wakil Ketua DPR, Pramono memang kerap jadi sumber pemberitaan.
Sedangkan Puan memiliki posisi strategis sebagai Ketua Fraksi PDIP DPR. Puan juga sering muncul di media, namun intensitasnya tak sebanyak Pramono. Walhasil, saat di survei INSIS, popularitas dan elektabilitas Puan berada di bawah Pramono.
(tor/lh)










































