Kurikulum 2013 Diuji Publik, Mendikbud Berharap Lahirkan Generasi Emas

Kurikulum 2013 Diuji Publik, Mendikbud Berharap Lahirkan Generasi Emas

Zaenal Effendi - detikNews
Minggu, 09 Des 2012 13:14 WIB
Kurikulum 2013 Diuji Publik, Mendikbud Berharap Lahirkan Generasi Emas
Foto: Zaenal Effendi/detikcom
Surabaya - Rancangan kurikulum baru 2013 terus disosialisasikan dan diuji publik oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang diharapkan tiga tahun kemudian atau 2016 dapat diimplementasikan secara keseluruhan.

"Kita membuka diri menerima masukan terhadap kurikulum baru ini dan itulah tujuan uji publik baik melalui sosialisasi seperti ini. Saran juga kita tampung di website kami," kata Mendikbud, M Nuh dalam Sosialisasi dan Uji Publik Kurikulum 2013 dihadapan puluhan Kepala Dinas Pendidikan se-Jawa Timur dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan di Hotel Garden Palace Hotel, Minggu (9/12/2012).

Mantan rektor Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS) ini menjelaskan, kurikulum baru ini didasarkan atas perkembangan globalisasi dunia yang didalamnya terdapat kemajuan teknologi informasi, masalah lingkungan hidup serta kebangkitan industri kreatif dan budaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam kurikulum 2013, kami mengedepankan agar para siswa mampu mengamati, menyimak, melihat, membaca, mendengar, menanya, menalar, mencoba, mengkomunikasikan," ungkapnya.

Diharapkan, kurikulum 2013 ini mampu menghasilkan generasi emas yang mempunyai sifat yang produktif, kreatif, inovatif dan afektif.

Mantan Menteri Komunikasi dan Informasi ini juga mengungkapkan, dalam kurikulum baru ini adalah basis kompetensi dengan pemikiran kompetensi berbasis sikap, ketrampilan dan pengetahuan. Sehingga guru dituntut harus banyak mencari tahu agar para siswa bisa dengan mudah mencari informasi dengan bebas melalui perkembangan teknologi.

Tak hanya itu, lanjut Nuh, para siswa juga akan didorong untuk memiliki tanggung jawab lingkungan, kemampuan berkomunikasi serta memiliki kemampuan berpikir kritis. "Yang tak lain agar terbentuk generasi yang produktif, kreatif, inovatif dan afektif," pungkas Nuh.

(bdh/trw)


Berita Terkait