"Dengan adanya kasus simulator SIM, Polri diharapkan segera membenahi sistem pengawasan pada proyek pengadaannya. Selama ini cukup banyak proyek pengadaan tersebut bersifat mubazir dan rawan korupsi," kata
Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane dalam rilisnya, Minggu (9/12/2012).
IPW mencatat ada tiga proyek besar yang diduga mubazir. Pertama proyek Pusat Latihan Polri di Cikeas. Kedua, proyek Disaster Recovery Center (DRC) di Lembang, Jabar yang tidak berfungsi maksimal. Ketiga proyek mobil surveiland Intalkam tahun 2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, IPW berharap KPK mulai mencermati 3 proyek pengadaan di Polri. Pertama, proyek HT (handy talky) tahun 2013 untuk Polres se-Indonesia. Kedua, pengadaan HT untuk Korlantas Polri. Ketiga, proyek Police Backborn pada tahun 2011 dan 2012.
"Dalam rangka hari antikorupsi, IPW mendesak KPK bersikap agresif membersihkan dugaan korupsi di Polri. Bagaimana pun Polri harus diselamatkan dari aksi-aksi korupsi agar Polri menjadi sapu bersih sebagai hulu penegakan hukum di negeri ini," kata Neta.
(fdn/tor)











































