ICW: Irjen Djoko dan Andi Mallarangeng Tersangka Bukti Kualitas KPK Meningkat

ICW: Irjen Djoko dan Andi Mallarangeng Tersangka Bukti Kualitas KPK Meningkat

Ganessa Al-Fath - detikNews
Minggu, 09 Des 2012 02:23 WIB
ICW: Irjen Djoko dan Andi Mallarangeng Tersangka Bukti Kualitas KPK Meningkat
Jakarta -

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jilid III hampir menjalani satu tahun pertamanya setelah dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 16 Desember 2011 silam. Sejumlah kasus besar seperti Wisma Atlet, Century, Hambalang hingga simulator SIM Korlantas Polri. Nah, seperti apa kinerja KPK sepanjang tahun 2012 menurut Indonesian Corruption Watch (ICW)?

Seperti diketahui bahwa di tahun 2012 ini sejumlah politisi seperti M Nazaruddin, Angelina Sondakh dan Wa Ode Nuharyati merupakan sebagian yang ikut terseret akibat terlibat kasus korupsi. Selain itu kasus korupsi di institusi penegak hukum seperti Kehakiman dan Kepolisian pun tak luput dari radar KPK.

Gebrakan KPK terus berlanjut dengan ditetapkannya tersangka kepada seorang Jenderal aktif dan menteri aktif yang belum pernah dilakukan oleh KPK pada periode sebelumnya. Masing-masing terhadap Irjen (Pol) Djoko Susilo dalam kasus simulator SIM di Korlantas Polri dan Andi Mallarangeng yang tersandung kasus dugaan korupsi proyek Hambalang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memang evaluasi biasanya diakhir tahun masuk di minggu terakhir tapi memang secara komprehensif saya belum bisa jelaskan harus dilihat dari tahun 2011. Namun sepertinya naik, meningkat tahun 2011 walaupun banyak persoalan termasuk kepotong pada saat test pimpinan KPK. Sekarang (2012) semakin baik, ada jenderal aktif ditahan dan yang terakhir ada menteri aktif yang selama ini belum pernah dilakukan," ujar Peneliti ICW Bidang Investigasi Agus Sunaryanto saat dihubungi detikcom, Sabtu (8/12/2012).

Dari segi kualitas, Agus menilai KPK semakin mengalami peningkatan. Hal tersebut dapat dilihat dari janji-janji pada awal seleksi dulu yang sekarang satu persatu mulai terealisasi seperti perekurtan penyidik independen. Lanjut Agus, ICW telah melakukan evaluasi kinerja secara rutin terhadap KPK sejak pimpinan sebelumnya. Adapun pada tahun 2013 KPK diharapkan juga menyelesaikan kasus korupsi yang lebih besar nilainya seperti di bidang minyak, gas dan tambang serta di sektor komersial seperti privatisasi BUMN.

"Saya kira KPK pada 2013 kosentrasi saja pada sektor yang banyak menimbulkan korupsi lebih besar seperti minyak, gas dan tambang juga sektor komersial misalnya privatisasi misalnya BUMN sejuah ini belum banyak dimasuki oleh KPK terakhir Krakatau Steel kita berharap kedepan tetap dipantau," paparnya.

Agus menambahkan, korupsi yang melibatkan politisi cukup massif sehingga perlu terus dipantau KPK. Setali tiga uang pun terhadap korupsi di institusi Kejaksaan dan Kehakiman yang dinilai berpotensi besar terjadi penyimpangan yang menjurus kepada praktik korupsi.

"Selain itu kasus korupsi politisi juga harus tetap dipantau, korupsi di Kejaksaaan dan Kehakiman. Banyak hakim di PTUN, Pengadilan Agama padahal potensi penyimpangan disitu besar. Terakhir kasus Misbakhun yang katanya menutur yang saya dengar Hakimnya juga disogok hal ini tetap harus diperhatikan KPK," jelasnya.

Adapun ke depan ICW mengharapkan agar KPK terus fokus berkonstrasi menyelesaikan kasus yang tengah ditangani. Disamping itu KPK dinilai perlu dukungan penuh dari Presiden dalam bentuk peraturan perundang-undangan terkait penguatan tugas dan fungsi KPK.

"Jadi 2013 KPK terus berkonsentrasi pada kasus-kasus yang ditangani sembari memantau potensi-potensi korupsi di berbagai sektor tadi. ICW punya harapan agar presiden bisa membantu KPK terkait peraturan pemerintah tentang rekrutmen penyidik independen," pugkasnya.

(fdn/fdn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini