Saksi Dengar Orang Masuk Sebelum Temukan Bayi Tewas di Ember

Saksi Dengar Orang Masuk Sebelum Temukan Bayi Tewas di Ember

Asrar Yusuf - detikNews
Sabtu, 08 Des 2012 23:40 WIB
Saksi Dengar Orang Masuk Sebelum Temukan Bayi Tewas di Ember
Manado, - Penemuan Ralva dan Raldo Tumelap (6 bulan), bayi kembar yang tewas dalam ember di Kelurahan Winangun Satu Lingkungan Dua Kecamatan Malalayang, berawal dari dugaan pencuri yang masuk ke dalam rumah. Dua kakak korban, Timothy dan Miracle menyebut ada dua lelaki dewasa masuk ke dalam kamar mandi.

Wenny Rintjap (32), warga setempat mengatakan dia dan rekan-rekan kerjanya mendengar di rumah korban ada pencuri yang masuk. Saat itu mereka akan istirahat makan siang dari kerja membangun rumah tak jauh dari lokasi kejadian.

Karena warga lainnya takut masuk dia dan teman kerja Wolfa Assa (19) mencoba masuk untuk memastikan kebenaran pencuri di dalam kamar mandi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya dan Wolfa masuk pakai gagang sapu. Saya dorong pintunya, tidak terkunci dan mengecek ke dalam ternyata tidak ada orang," papar Wenny kepada detikcom di Mapolresta Manado, Sabtu (8/12/2012) malam.

Awalnya, Allo, panggilan akrabnya mengira kedua bayi malang itu adalah boneka, karena kulitnya yang putih dan wajah yang mirip. Dia sempat mengorek dengan gagang sapu untuk memastikannya. Tapi Wolfa meyakinkan kalau di dalam ember itu adalah bayi.

"Wolfa bilang itu bayi, mereka kembar tiga, coba cari yang satunya. Trus kami cari ternyata Raldy ada di ruang tamu," terangnya.

Setelah memastikan benar-benar mayat bayi, dia berteriak untuk menghubungi polisi. "Cepat telpon polisi, ini memang mayat bayi," katanya lagi.

Bayi kembar Ralva dan Raldo Tumelap (6 bulan) ditemukan tewas dalam ember di Kelurahan Winangun Satu Lingkungan Dua Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Sabtu (8/12/2012) pukul 12.00 WITA.

Saat ini, penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polresta Manado, masih memeriksa ibu korban Nova Wurangian malam ini.

(fdn/fdn)


Berita Terkait