Korban bernama Rusli (28 tahun) yang sebelumnya kritis, akhirnya meninggal dunia di IGD RS DR Wahidin Sudirohusodo. Keluarga Rusli yang menanti dari sore hari di depan ruang IGD tak kuasa membendung tangisnya saat mengetahui Rusli telah meninggal dunia.
Korban yang merupakan buruh bangunan asal kampung Pa'te'ne, Kabupaten Maros ini mengalami patah tulang di bagian selangkangan dan kepalanya setelah tertimpa rangka baja berat dalam proyek pembangunan gudang.
Sebelumnya diberitakan, tiga korban tewas yakni Asbullah, Iwan dan Salama meninggal dunia di lokasi kejadian. Ketiganya langsung dibawa pulang ke kampung halamannya, di Patte'ne dan Kec. Lau, Maros.
Saat ini dua korban lainnya masih dirawat di IGD RS Wahidin, yakni Baharuddin (46 tahun) dan Said (44 Tahun). Keduanya juga mengalami patah tulang akibat terkena reruntuhan rangka baja berat di tempat kerjanya.
Selain itu, tiga kendaraan yang tertimpa rangka baja yang rubuh dan batu bata, yakni sebuah dump truk Mitsubishi dengan nomor polisi DD 9815 R dan dua kendaraan alat berat merk Caterpillar.
Hingga saat ini, penyebab rubuhnya bangunan belum diketahui secara pasti. Pihak kepolisian dari Polsek Biringkanaya masih mengumpulkan bukti-bukti di sekitar lokasi kejadian.
(mna/fdn)











































