Desainer Top di Semarang Tewas dengan 46 Luka Tusukan

Desainer Top di Semarang Tewas dengan 46 Luka Tusukan

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Sabtu, 08 Des 2012 15:58 WIB
Desainer Top di Semarang Tewas dengan 46 Luka Tusukan
Semarang - Ahmad Rio Suharsa (37), seorang desainer ternama di Kota Semarang, Jateng ditemukan tewas bersimbah darah di rumah kontrakannya Jl Nangka 2 RT 03 RW II, Lamper Kidul. Kondisi korban cukup mengenaskan karena ada 46 bekas tusukan di leher dan tubuhnya.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Elan Subilan mengatakan saat ditemukan, korban memakai kaos dan celana pendek dengan posisi tertelungkup. Dari tubuh korban ditemukan 22 luka tusukan di bagian punggung, sembilan di dada, tujuh di leher kanan dan delapan di leher kiri.

"Kondisi korban saata ditemukan sangat mengenaskan," kata Elan saat datang ke lokasi kejadian, Sabtu (8/12/2012).

Jenasah pria asal Pondok Melati, Bekasi itu pertama kali ditemukan oleh karyawan korban Sumiati (31) sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu ia hendak masuk kerja, namun ketika membuka pintu depan ia menemukan ceceran darah menuju ke ruang tengah sepanjang sekitar lima meter.

"Saat membuka pintu terlihat kakinya di ruang tengah," ujar Sumiati.

Melihat hal itu Sumiati segera melaporkannya ke ketua RT yang dilanjutkan ke petugas Polsek Semarang Selatan. Sementara itu tetangga korban, Roni (38) menambahkan, ia melihat korban pulang dari mengambil jahitan di daerah Jatingaleh Jumat malam (7/12) sekitar pukul 23.00 WIB. Rio datang mengendarai mobil Jazz merah bernopol B 8937 MG. Mobil itu diiringa dua rekannya yang berboncengan mengendarai motor.

"Satu jam kemudian saya mendengar ada cekcok dari rumah mas Rio," katanya.

Setelah dihampiri ternyata suara tersebut sudah berhenti dan seolah tidak terjadi apa-apa. Lalu sekitar pukul 01.00 WIB Roni mendengar kabar seorang satpam yang menjaga di sekitar lokasi hampir tertabrak mobil milik Rio yang melaju kencang.

"Satpam yang berjaga di depan gang hampir tertabrak. Kemungkinan mobil itu dikemudikan pelaku," ujar Roni.

(alg/ndr)


Berita Terkait