Banyak momentum tercipta untuk pemerintah melakukan bersih-bersih menyusul beberapa pejabat publik yang ditetapkan sebagai tersangka. Lewat kasus Hambalang, KPK dan Presiden SBY bisa menjadikannya momentum untuk pemberantasan korupsi.
"Banyak momentum yang tercipta, jangan kita lewatkan momentum ini. Hambalang ini momentum, karena itu pemerintah harus menjadikan ini momentum untuk melakukan pembersihan di pemerintahan ini itu sendiri," kata anggota tim pembela KPK, Taufik Basari dalam diskusi di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakpus, Sabtu (8/12/2012).
Menurut Taufik, dalam upaya bersih-bersih itu, negara ini butuh penegakan hukum yang masif, maka jalannya adalah KPK harus terus didukung dan melawan setiap upaya pelemahan kepada KPK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal kekurangan penyidik, menurut Taufik hal itu memang membuat KPK dalam keadaan tidak prima. Ada semacam gangguan yang dialami KPK. Tapi sebetulnya kalau dikaitkan dengan peran SBY dinilai sudah baik.
"Saya melihat bahwa terkait penyidik ini sekarang peran SBY sangat signifikan bagi kepastian penyidik KPK tentang PP 63, karena kalau ini terlambat KPK semakin digoyang. Kedua, saya setuju SBY berada di garda terdepan, tapi kadang keraguan SBY menjadi keraguan publik," ujarnya.
"Kalau kita catat kasus Ayin, Gayus, dan lainnya, banyak hal bisa dilakukan SBY untuk ambil momentum pemberantasan korupsi. Nah sekarang ada terakhir menteri aktif dan kader partai yang jadi tersangka. Kawal ini bahwa dia di garda terdepan pemberantasan korupsi, jangan sampai momentumnya hilang lagi," tegasnya.
(/ndr)











































