Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sabtu (8/12/2012), angin puting beliung itu menerjang 10 dusun di Sleman, antara lain Desa Purwomartani Kec Kalasan (Dusun Bromonila, Dusun Sidokerto, Dusun Sambisari, Dusun Sambiroto, Dusun Randusari), Desa Maguwo Kec Depok (Dusun Grogol, Dusun Sambigo, Dusun Singosuto, Dusun Tempelsari), dan Desa Medomartani Kec Ngemplak (Dusun Sepu).
"Akibatnya 2 orang luka berat yang harus rawat inap, 12 orang luka ringan, 519 rumah rusak di mana 101 rusak berat, 122 rusak sedang, dan 296 rusak ringan," ujar Kepala Humas BNPB Sutopo Purwo dalam pernyatannya, Sabtu, (8/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bupati Sleman telah mengeluarkan pernyataan status tanggap darurat selama 5 hari yaitu 7-11 Desember 2012. BPBD Sleman telah mendirikan Posko tanggap darurat dan dapur umum di Dusun Bromonila," ujar Sutopo.
"Masyarakat yang rumahnya rusak berat, untuk sementara dititipkan ke tetangga terdekat. BPBD Sleman, BPBD DI Yogyakarta, TNI, Polri, Tagana, PMI, SKPD terkait dan masyarakat melakukan penanganan darurat. Pendataan dan pembersihan pohon tumbang masih dilakukan," sambungnya.
Menurut Sutopo, Puting Beliung yang melanda Sleman itu memiliki kecepatan sekitar 60 kilometer per jam dengan durasi 10 menit dan radius dua kilometer persegi. Kejadian tersebut juga menyebabkan penerbangan di Bandara Adisucipto terganggu. Beberapa pesawat tidak bisa mendarat, seperti Merpati MZ 3450 dari Bandung, yang dialihkan menuju Bandara Juanda Surabaya. Juga Garuda Indonesia GA 210 dari Jakarta terpaksa kembali ke Bandara Soekarno-Hatta. Pesawat Lion Air JT 556 dari Jakarta terpaksa berputar di kawasan Bandara selama 15 menit.
(fjp/ndr)











































