Mundurnya Andi Mallarangeng Dinilai Momentum Pas untuk Reshuffle Kabinet

- detikNews
Sabtu, 08 Des 2012 06:57 WIB
Jakarta - Mundurnya Andi Mallarangeng dari jabatannya sebagai Menpora setelah ditetapkan menjadi tersangka kasus kasus Hambalang dinilai sebagai momentum yang pas untuk melakukan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu ke-II. Langkah tersebut dipandang perlu untuk menyelamatkan citra Presiden SBY.

"Karena citra kabinet pertaruhannya di sini karena waktu yang dimilikinya hanya tinggal satu tahun. Tapi yang jelas memang baik atau buruknya perfoma kabinet akan mempengaruhi citra presiden," ujar pengamat politik UGM, Ari Dwipayana kepada detikcom, Jumat (7/12/2012).

Ari mengatakan bahwa isu reshuffle yang sudah terhembus sejak beberapa waktu yang lalu, sebaiknya dieksekusi pada saat ini. Sebab, masyarakat dinilai membutuhkan langkah konkret presiden untuk memperbaiki perfoma kabinetnya.

"Apakah presiden akan melakukan perombakan yang sifatnya terbatas, hanya di Menpora saja atau lebih luas yakni melakukan perobakan di menteri-menteri yang lain," katanya.

Meski begitu, Ari berharap jika keputusan reshuffle atau tidaknya nanti harus didasari oleh faktor kinerja bukan politik. Untuk itu, presiden sebaiknya mempertimbangkan laporan kinerja yang diterbitkan oleh Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4).

"Presiden sudah punya UKP4. Dari situ bisa dilihat perfoma menteri-menteri seperti apa. Kalau memang hasil evaluasinya bagus kan ada di dalam rapor mereka," jelas Ari.

Kasus Andi juga seharusnya menjadi pelajaran bagi pemerintah untuk mengambil langkah lebih cepat. "Seharusnya jangan menunggu mundur. Kalau memang sudah terindikasi tersangkut (kasus korupsi) harus cepat diganti," imbuhnya.


(sip/van)