"Kelembagaan pasti ada koordinasi dan komunikasi, tentunya pasti ada. Sudah ada koordinasi dan komunikasi, tidak langsung ke Pak SBY tapi ke Sesneg. Pak Sudi pada akhirnya menyampaikan," kata Samad di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (7/12/2012).
Dia memastikan hal itu sudah dilakukan agar terjalin komunikasi yang baik antara KPK dan Istana. Samad meminta tidak ada pihak-pihak mempermasalahkan hal tersebut.
"Saya sudah melakukan koordinasi dan komunikasi yang intensif. Jangan buat ini jadi masalah lagi loh, tidak ada masalah. Tolong konstruksi yang kondusif dan konstruktif agar KPK bisa bekerja," ungkap pria asal Makassar ini.
Sebelumnya dalam jumpa pers, Presiden SBY mengaku dirinya mendapat informasi pencekalan Andi melalui televisi. Setelah itu sekitar pukul 19.00 WIB, SBY menerima pesan singkat dari Mensesneg Sudi Silalahi mengenai bahwa Andi Mallarangeng ditetapkan KPK menjadi tersangka.
(ega/lh)











































