Menurut sopir truk, Muhamad Nasichun (42), peristiwa terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu truk bernopol L 8011 KA yang dikendarainya melaju dengan kecepatan 40 kilometer per jam menuju ke arah barat (Jakarta). Saat berada di lokasi kejadian, ia kaget melihat dua korban yang tiba-tiba berlari menyeberang.
"Saya sudah klakson dari jauh karena tahu korban akan menyeberang. Tapi ternyata mereka tetap lari menyeberang," kata Nasichun di Mapolsek Tugu Semarang, Jumat (7/12/2012).
Karena kaget, Nasichun membanting setir ke kiri hingga menabrak tiang lampu dan portal pembatas jalan sehingga menyebabkan truk terguling. Saat itulah boks truk bermuatan 5,5 ton air tersebut menimpa dua korban yang berada tepat di lokasi boks terguling.
Salah satu saksi mata, Susanto (39) mengatakan, kondisi korban sangat mengenaskan. Melihat peristiwa tersebut, Susanto dan warga di sekitar tempat kejadian sempat berusaha mengangkat boks yang menimpa korban. Namun karena tidak kuat, warga mengeluarkan seluruh muatan dan mengangkatnya dengan alat dan manual.
"Ini semua dikeluarkan karena warga tidak kuat. Sopirnya tidak apa-apa dan langsung diamankan petugas yang datang," tandasnya.
Korban Najwa diketahui tewas seketika, sementara ibunya tewas setelah sempat dilarikan ke RS. Keduanya akan langsung dimakamkan siang ini di Pemakaman Umum Tugu setelah disemayamkan di rumah duka di Jl Arumanis Tengah yang letaknya tidak jauh dari lokasi kejadian.
Peristiwa tersebut sempat menyebabkan kemacetan panjang di jalur Semarang-Kendal hingga akhirnya pada pukul 11.15 WIB truk tersebut berhasil dievakuasi dan di derek.
Sementara itu, muatan air mineral dalam kemasan yang dibawa dari Wonosobo dan hendak dibawa ke kawasan industri Tugurejo itu dibagi-bagikan oleh warga kepada pengguna jalan yang melintas.
(alg/trw)











































