Diteror, Eks Advokat SMPN 56 Melawai Lapor ke Polda Metro
Selasa, 21 Sep 2004 17:27 WIB
Jakarta -
Mantan anggota Tim Advokasi SMPN 56 Melawai Liestiyati Sugeng Haryono melapor ke Polda Metro Jaya. Dia mendapat teror melalui SMS."Setelah saya mengundurkan diri dari tim advokasi, ada SMS dan telepon bertubi-tubi yang isinya saya dituduh berkhianat sampai pada ancaman pembunuhan terhadap saya."Demikian kata Lies usai melapor di Sentra Pelayanan Kepolisian Polda Metro Jaya Jakarta, Selasa (21/9/2004). Dirinya juga dituduh menghasut agar orang tua murid memindahkan anak-anaknya dari SMPN 56 Melawai."Mungkin ada perasaan tidak senang karena figur yang diharapkan sudah tidak ada pada diri saya. Tapi saya tetap diam dan tidak melakukan apapun, hanya mengganti nomor HP," ujarnya.Ditegaskan Lies, tuduhan-tuduhan tersebut sama sekali tidak benar. Dirinya pun keluar dari tim advokasi karena melihat masalah pendidikan di SMPN 56 Melawai sudah diabaikan.Dia pun menunjukkan SMS berisi teror yang diterimanya. "Bu Lies, kalau sampai Ibu mempengaruhi orang tua murid untuk pindah, Ibu orang pertama yang kami tuntut karena telah menelantarkan anak saya". Demikian isi SMS per tanggal 13 Juni 2004.SMS terakhir yang diterima Lies per tanggal 19 September 2004. Isinya: "Mbak, saya baru yakin setelah lihat TV kalau Mbak Lies pelacur moral. Berarti itu lebih rendah dari kupu-kupu malam dalam ajaran agama apa pun. Jadi kupu-kupu malam saja lah lebih baik. Mereka lebih terhormat secara moral daripada pelacur moral yang tidak menyisakan kebaikan apapun.""Ini melecehkan harga diri saya sebagai perempuan," katanya dengan mata berkaca-kaca. Dia pun mengaku tidak mengenali nomor si pengirim SMS, apalagi si pemilik nomor.Setelah menerima SMS terakhir itu lah, Lies menguatkan hati untuk melapor ke polisi. Dia mendatangi Polda Metro Jaya dengan didampingi Ketua Komnas Perlindungan Anak Seto Mulyadi yang dikenal sebagai Kak Seto."Saya tidak mengira orang-orang yang selama ini mendapat simpati dari masyarakat secara nasional memiliki prilaku yang begitu sadisnya. Perbuatan itu bukan saja tidak menyenangkan, tapi sudah tindakan kriminal," ujarnya."Saya baru bisa menduga-duga si pengirim SMS. Tapi saya tidak mau menyebut namanya, karena itu bukan kewenangan saya," kilas Lies.Orang Tua Murid DiterorOrang tua murid SMPN 56 Melawai bernama Mutiara juga mengaku mendapat teror melalui SMS. Isinya: "Jika anda menghasut orang tua murid, siap-siap untuk dipanggil polisi."Penasaran, Mutiara pun menghubungi nomor si pengirim SMS. Namun dia mendapati nada mailbox. "Anak saya Aditya sempat shock mengetahui ibunya diteror," ujarnya.Mutiara kemudian memindahkan anaknya ke SLTP 13 Tirtayasa. "Itu atas kesadaran saya sendiri. Tidak ada pengaruh atau paksaan dari pihak lain. Alasan pindah karena pelajaran sudah banyak ketinggalan dan guru-gurunya jarang masuk," paparnya.Departemen AnakKak Seto mengusulkan agar di Indonesia dibentuk suatu lembaga khusus untuk anak semacam kementerian perlindungan anak."Masalah pendidikan anak sudah begitu kompleks. Mohon tidak ditangani oleh berbagai departemen yang hanya tingkat deputi atau dirjen yang kadang-kadang saling tumpang tindih. Jadi mohon agar dibentuk suatu lembaga khusus untuk anak semacam kementerian perlindungan anak," ujarnya.Kak Seto mencontohkan Australia yang memiliki Department of Children and Youth Affair. Hal itu, menurutnya, menunjukkan Australia sangat serius terhadap masalah anak-anak."Kami juga sudah mengusulkan ke Diknas supaya murid SMPN 56 diselamatkan. Seleksi penerimaan murid baru ditutup supaya tidak ada lagi korban-korban baru. Kami hanya ingin supaya anak-anak mendapat haknya dalam pendidikan. Kami tidak akan mencampuri proses hukum. Kami hanya mengedepankan perbaikan kualitas pendidikan," tuturnya.Anggota Komnas Perlindungan Anak Divisi Pendidikan Rahmat Fitriyati menilai standar kualitas pendidikan murid SMPN 56 jauh tertinggal dari sekolah-sekolah lain."Sebagai contoh rapot yang mereka bawa hanya berupa selebaran. Ini sudah tidak memenuhi standar sebagai rapot dalam UU Pendidikan Nasional. Lantas mau dikemanakan arah pendidikan mereka," tandasnya.
(sss/)










































