Catatan Perjalanan Komisi I DPR ke Palestina (Bagian I)

Catatan Perjalanan Komisi I DPR ke Palestina (Bagian I)

Ahmad Toriq - detikNews
Jumat, 07 Des 2012 02:45 WIB
Catatan Perjalanan Komisi I DPR ke Palestina (Bagian I)
Jakarta - Komisi I DPR menempuh perjalanan panjang untuk memberikan dukungan politik kepada Palestina yang sedang memperjuangkan kemerdekaannya. Kunjungan ini, meski ada juga yang mencibir, namun juga menuai pujian dan bahkan mendapat sambutan hangat dari pemerintah Palestina.

Perjalanan panjang Komisi I DPR dimulai dari penerbangan menuju Kairo Selasa (27/11) lalu pukul 00.15. Rombongan delegasi itu dipimpin oleh Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq (PKS) dan beranggotakan Yorrys Raweyai (Golkar), Meutya Hafid (Golkar), Yahya Sacawirya (Demokrat), Effendi Choirie (PKB) dan Muhammad Najib (PAN).

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 16 jam, termasuk transit di Dubai dua jam, Komisi I DPR akhirnya mendarat di Kairo pada hari yang sama sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Kairo dan Jakarta memiliki perbedaan waktu sekitar lima jam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat itu di Kairo sedang berlangsung demo besar antipemerintah. Namun hal itu tak menyurutkan langkah delegasi. Begitu tiba di Kairo, dengan diantar staf KBRI Mesir, delegasi langsung menemui Majelis Syuro (setingkat MPR) Mesir. Dalam pertemuan itu, Komisi I DPR mengajak Majelis Syuro Mesir untuk berkomitmen mendukung upaya kemerdekaan Palestina. Tawaran itu disambut baik oleh Majelis Syuro Mesir yang dalam pertemuan itu dipimpin oleh Wakil Ketua Ridho Fahmi. Dia menegaskan bahwa upaya membantu kemerdekaan Palestina juga menjadi fokus Mesir.

Usai bertemu Majelis Syuro, Komisi I DPR berkunjung ke KBRI Mesir. Di KBRI, pada malam harinya, Komisi I DPR berinteraksi dengan mahasiswa Indonesia di Mesir yang memang sengaja diundang oleh Dubes RI untuk Mesir Nurfaizi Suwandi. Dalam interaksi tersebut, ada satu dua kritik yang dilontarkan mahasiswa terhadap agenda kunker DPR ke luar negeri. Namun para mahasiswa tetap mengapresiasi kunjungan ke Gaza.

Keesokan harinya, Rabu (28/11), pukul 11.00 waktu setempat, Komisi I DPR berkunjung ke kantor Liga Arab yang terletak di Kairo. Dalam pertemuan itu, Anggota Komisi I DPR Mustafa Kamal (PKS) baru bergabung dalam rombongan delegasi.

Sama seperti saat bertemu Majelis Syuro Mesir, dalam pertemuan dengan Liga Arab, Komisi I DPR juga mengajak Liga Arab mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina. Tawaran itu juga disambut baik. Wakil Sekjen Liga Arab Ahmad bin Halli mengonfirmasi adanya persetujuan dari negara-negara Liga Arab untuk mendukung pengakuan status negara bagi Palestina di sidang umum PBB yang pada saat itu belum berlangsung.

Setelah bertemu Liga Arab, Komisi I DPR langsung tancap gas menuju Gaza. Melalui jalur darat dengan menggunakan bus dari KBRI Mesir, delegasi menempuh perjalanan sekitar lima jam untuk tiba di kota El Arish yang berjarak 35 Km dari Rafah, wilayah perbatasan Mesir-Palestina (Gaza). Delegasi bermalam di tempat itu sembari menunggu izin lewat dari Imigrasi Mesir. Di El Arish, delegasi juga bertemu dengan sukarelawan dari tujuh lembaga kemanusiaan Indonesia.

Konfirmasi izin melintas akhirnya diberikan Imigrasi Mesir Kamis (29/11). Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih satu setengah jam dan menunggu proses di imigrasi satu setengah jam, delegasi Komisi I DPR diperkenankan melintas masuk ke kawasan Palestina.

Di kantor Imigrasi Palestina di Rafah, delegasi Komisi I DPR disambut oleh salah seorang anggota Parlemen Palestina Dr Yousef beserta protokoler parlemen. Delegasi disambut hangat bak kawan lama yang baru bertemu lagi. Setelah beramah tamah sebentar, delegasi kemudian diantar untuk bertemu Parlemen Palestina di Gaza.

Dalam pertemuan dengan parlemen Palestina atau Palestinian Legislative Council (PLC) di Gaza, Komisi I DPR menyampaikan dukungan politiknya. Wakil Ketua PLC Ahmad Bahar yang memimpin pertemuan itu menyambut baik dan mengucapkan terima kasih.

Usai bertemu dengan PLC, Komisi I DPR kemudian menuju perumahan kamp untuk bertemua Perdana Menteri Palestina dari Hamas Ismail Haniyya. Dalam pertemuan itu, selain menyampaikan dukungan politik, Komisi I DPR mewakili tujuh lembaga kemanusiaan, memberikan bantuan berupa uang tunai US$ 800 ribu dan alat-alat medis. Ismail Haniyya juga menyambut baik dan mengucapkan terima kasih kepada delegasi Komisi I DPR dan tujuh lembaga kemanusiaan. Selain itu, Komisi I DPR juga berjanji akan mendorong pemerintah Indonesia untuk membuka konsul istimewa Indonesia di Gaza.

(tor/mok)


Berita Terkait