"Kebetulan saya angkatan pertama, sekarang sudah jalan empat bulan, dari bulan September," ujar pengemudi ojek argometer, Abdul Ajis (35) saat ditemui di Pangkalan Tran Jek, Jl. Jl Tirtayasa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (6/12/2012).
Ojek ini dikenal dengan istilah TransJek, Tranportasi Ojek. Pria lajang tersebut menceritakan bagaimana dirinya bisa menjadi pengemudi TransJek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abdul menuturkan selama tiga hari dirinya dilatih bagaimana berkendaraan yang aman dan menanganin pelanggan ojek.
"Pertama diajarin bagaimana ketemu dan salam, sistem pembayaraan kendaraan, yang kedua kalau ada keadaan darurat supaya kita nggak panik. Terakhir safety ridding dites bagaimana berkendaraan yang baik oleh traning," lanjut pria ini.
Untuk tarif sekali duduk, penumpang dikenakan biaya Rp 4 ribu. Setelah itu, setiap 300 meter akan dikenakan tarif Rp 300.
"Setelah berjalan argo mulai berubah Rp 300/100 meter, jadi kalau per satu kilometer dikenakan Rp 3000, lain halnya kalau untuk mengantar dokumen justru harganya lebih murah," ujar Ajis panggilan akrabnya.
Jam kerja pun dibagi menjadi dua shift. Pada pagi hari mulai pukul 07.00-18.00 WIB. Dan selanjutnya sejak pukul 11.00-21.00 WIB.
"Total Jam kerjanya 10 jam, 2 jam buat istirahat, operasional kita sesuai jam kerja karyawan kantor," tandasnya.
(edo/mok)











































