"Di DKI tercatat ada 100-an TPS liar yang tersebar di lima wilayah ibu kota. Sedangkan di Ciliwung ada 64 titik, karena itu gubernur meminta agar semua kepala dinas mendengar dan menindaklanjuti aspirasi warga. Oleh karena itu kami priorotaskan penanganan sampah di TPS liar dan yang ada di sepanjang bantaran Kali Ciliwung. Karena selama ini warga mengeluhkan hal itu," ujar Unu Nurdin usai acara perayaan HUT ke-45 Dinas Kebersihan DKI, Kamis (6/12/2012).
Lebih lanjut pria yang baru dilantik Jokowi beberapa hari lalu mengatakan, setiap hari pihaknya akan mendapat pengawasan dari pimpinannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Unu, penanganan sampah di ibu kota sebenarnya ditangani oleh 19 Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD). Namun masyarakat selalu beranggapan kebersihan sampah tanggung jawab Dinas Kebersihan DKI Jakarta semata.
"Padahal penanganan sampah itu ada tanggungjawabnya masing-masing. Misalnya untuk di saluran air atau kali, maka menjadi tanggungjawab Dinas PU. Kemudian di area taman, maka menjadi tanggungjawab Dinas Pertamanan. Sedangkan Dinas Kebersihan DKI, hanya menangani sampah yang ada di TPS resmi," keluhnya.
Meski begitu, pihaknya berjanji akan segera menangani seluruh permasalahan sampah di Jakarta. Unu sudah menginstruksikan kepada jajarannya hingga tingkat kecamatan untuk mengatasi masalah tersebut.
"Kami sudah meminta seluruh Sudin hingga seksi di kecamatan untuk menginvetarisir lokasi TPS liar dan membersihkannya. Mereka tak usah takut, bersihkan saja sampah di TPS liar itu, walau itu bukan tanggungjawab dinas. Karena kita harus mendengar aspirasi warga dan menindaklanjutinya," imbuh Unu.
Unu menargetkan pihaknya akan membersihkan TPS liar dalam satu bulan. "Tetapi dengan catatan masyarakat juga turut membantunya, tidak lagi membuang sampah di TPS liar," tandasnya.
(edo/mok)










































