Barang bukti berupa tiga truk tangki bahan bakar minyak (BBM) milik Pertamina terparkir di halaman Markas Komando Brimob Polda Jateng, Kamis (6/12/2012).
Wakil Direskrimum Polda Jateng, AKBP Agus Santoso mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah polisi mendapat informasi dari banyak pengusaha minyak. Kemudian, pada tanggal 10 Oktober, dibentuk tim penyelidikan dan menyisir pantura.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tanggal 5 Desember, tim dari Direskrimum dan Brimob Polda Jateng melakukan ungkap kasus. Di lokasi juga ditemukan biji plastik, batu bara, aspal, gula pasir, semen, dan lain-lain," kata Agus di Markas Komando Brimob Polda Jateng, Jl Setiabudi, Semarang, Kamis (6/12/2012).
Dalam penggerebekan, polisi mengamankan tiga truk tangki BBM bersubsidi milik Pertamina, mobil Grandmax yang mengangkut 44 jiriken solar, Tessan Putih mengangkut 40 jiriken bensin, dua drum dan empat jiriken solar.
"Modus yang dilakukan adalah truk tangki dari Depo Pertamina di Semarang menuju Pekalongan berhenti lalu dilepas segelnya. Setelah istilahnya truk tersebut 'kencing', segel ditempel kembali sehingga di lokasi tujuan seolah tidak terjadi apa-apa," tuturnya.
Empat tersangka berhasil ditangkap. Mereka adalah Imam As'ari (35), warga Batang pemilik gudang, Mukhaerudin (38) yang mengaku sebagai tangan kanan Imam, Paryadi (28) kernet sopir truk tangki dan sopir Martono (54).
"Dari keterangan tersangka, aksi sudah dilakukan sekitar tiga bulan," imbuh Agus.
Salah satu tersangka, Mukhaerudin (38) mengaku setiap harinya ada 5-6 tangki yang datang untuk 'kencing'. "Saya bukan pemilik gudang, saya operasional. Saya cuma menerima," aku Mukhaerudin.
Tersangka lain, Paryadi mengatakan dirinya menerima Rp 100 ribu setiap kali menyetor BBM subsidi ke penadah. "Saya cuma kernet, dapatnya Rp 100 ribu. Itu tidak setiap hari," pungkasnya.
Pasal yang dikenakan kepada tersangka adalah pasal penggelapan pasal 372 KUH Pidana dan pasal Penadahan yaitu pasal 480 KUH Pidana.
"Kerugian belum bisa ditentukan. Asumsi harga BBM Rp 4.500 per liter dan ada 200 liter yang diambil per tangki. Minimal ada tiga truk yang lewat sudah berapa kerugiannya?" tutup Agus.
(alg/trw)











































