Polri Telusuri Aliran Dana dan Bahan Bom Kedubes Australia

Polri Telusuri Aliran Dana dan Bahan Bom Kedubes Australia

- detikNews
Selasa, 21 Sep 2004 16:13 WIB
Jakarta - Polri tengah menelusuri asal bahan peledak dan asal dana untuk membiayai peledakan bom Kedubes Australia. Diduga bahan peledak merupakan sisa bahan bom Marriott. Hal ini disampaikan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Suyitno Landung kepada wartawan di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (21/9/2004). Suyitno menanggapi informasi bahwa ada dana yang diperoleh dari seorang syekh di Pakistan sebesar US$ 50 ribu terkait peledakan bom di Jakarta. Info mengenai aliran dana itu sendiri terkuak dalam persidangan Gun Gun, adik Hambali, beberapa waktu lalu. "Itu informasi namanya. Kita telusuri benar apa tidak. Namanya juga dalam proses penyidikan," kata Suyitno. Sebelumnya, sumber detikcom mengatakan, diduga pendanaan bom Kedubes Australia itu berasal dari uang yang dikirimkan oleh Syekh Muhammad di Pakistan melalui adik Hambali, Gun Gun senilai US$ 50 ribu atau sekitar Rp 400 juta. Diperkirakan uang itu digunakan untuk pembelian bahan peledak dan pelarian para tersangka bom Marriott. Diduga uang itu dipegang secara tunai oleh Noordin Moh Top selama pelarian. Selain itu, sumber itu juga menyebutkan, dalam pelariannya, Noordin dan Azahari berpencar uinmtuk menghindari tertangkapnya mereka secara bersama-sama. Komunikasi di antara keduanya dilakukan melalui kurir. Sementara itu, Suyitno juga menyatakan, ada 9 tersangka yang ditangkap aparat kepolisian pasca peledakan bom Kedubes Australia dan saat ini masih didalami dan dibawa polisi untuk melakukan pengejaran para tersangka lain. Di antara mereka, ada yang ditangkap di Jabar, Banten, dan Lampung. Sesuai dengan UU nomor 15/2003, setelah 7 x 24 jam ditangkap, polisi akan menetapkan status mereka. (asy/)


Berita Terkait