"Kita tidak boleh berhenti melakukan perubahan. Misalnya, dulu ada CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif), apa yang menyebabkan itu harus berubah? Kita tidak boleh terjebak pada kesalahan zaman dulu," kata Nuh ketika menyampaikan kemajuan pembahasan kurikulum 2013 di Kantor Kemendikbud, Jalan Jend Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (6/12/2012).
Nuh menyampaikan bahwa perubahan kurikulum akan terus terjadi demi menyesuaikan dunia pasar. Ini agar tercipta link and match antara dunia akademis dan dunia kerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nuh mengungkapkan bahwa pro-konta dalam perubahan kurikulum merupakan sesuatu yang wajar. Ketidaksetujuan yang ada dia anggap sebagai pelengkap proses pembahasan yang harus terus berjalan.
"Prinsip kami seperti air sungai mengalir ke utara, pastilah di pinggir sungai ada aliran ke selatan melawan arus. Bahasa politiknya fenomena paradoksal. Itu bagian dari kelengkapan kesempurnaan hidup. Tapi pandangan kami, air tetap harus mengalir," jelas Nuh sambil beranalogi.
Kamis depan (13/12/2012), rencananya Kemendikbud akan mengadakan rapat dengan Panitia Kerja (Panja) DPR membahas kurikulum 2013. Nuh menyatakan siap menerima suara tidak setuju.
"Di DPR ada yang tidak setuju, ya nggak apa-apa. Kurikulum itu kan wilayahnya pemerintah (bukan wilayah DPR-red), tapi ya silakan berikan pendapat. Kamis depan kita akan rapat dengan Panja, kita akan sampaikan pandangan yang ada," ujar M Nuh.
Mendikbud juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada masyarakat yang telah memberikan saran lewat website resmi Kemendikbud. Laporan terbaru menyebutkan, tercatat sudah 1.332 orang yang memberikan komentar mengenai kurikulum 2013 yang sedang dibahas.
"Sampai tanggal 5 kemarin (5/12/2012), yang mengakses kurikulum 2013 kemendikbud.go.id sudah 15.118. Dan yang sudah memberi komentar, sampai sekarang sudah 1.332 orang. Apapun sarannya, saya ucapkan terima kasih," pungkasnya.
(rmd/rmd)










































