Australia Pernah Berjanji Tidak akan Kirim Pasukan ke RI
Selasa, 21 Sep 2004 15:19 WIB
Jakarta - Kebijakan pemerintah Australia untuk melancarkan serangan pendahuluan ke negara lain guna memerangi terorisme, mendapat penolakan keras dari kubu oposisi negeriitu. Indonesia, Filipina, Malaysia disebut-sebut sebagai potensial target serangan anti-teroris itu.Isu serangan pasukan Australia ke sarang-sarang teroris di Asia Tenggara, gencar disinggung pemerintahan John Howard menjelang pemilihan presiden di negeri Kangguru itu. Padahal isu penyerangan ini sudah muncul sejak dua tahun lalu. Bahkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Alexander Downer pernah menjanjikan tidak akan mengirim pasukan ke Indonesia untuk melancarkan serangan seperti itu.Demikian disampaikan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Australia, Imron Cotan kepada Matt Brown, tokoh Oposisi Australia seperti dilansir ABC The Australian. Menurut Cotan, ketika pertama kali PM Howard mengeluarkan statamen mengenai serangan pendahuluan dua tahun lalu, sejumlah Dubes negara Asia dijanjikan oleh Menlu Downer bahwa Australia tidak akan mengirim pasukan ke Indonesia. Hal tersebut disampaikan Downer dalam pertemuan dengan Cotan dan beberapa Dubes lainnya.Dalam pertemuan itu, Downer mengatakan bahwa kebijakan itu masih dikembangkan. "Kami dijanjikan -- kami 10 orang, dubes dan komisioner tinggi dari wilayah ini -- kami diyakinkan bahwa konsep tersebut masih dikembangkan, dan dia meyakinkan kami bahwa Australia tidak akan, anda tahu, ikut campur soal itu di wilayah ini," tukas Cotan kepada Brown.Ketika ditanyakan apakah itu artinya Australia tidak akan melancarkan serangan pendahuluan, Cotan menjawab, "Ya." Diimbuhkannya bahwa saat itu Downer menekankan konsep tersebut masih dikembangkan dan Australia tidak akan mengirimkan pasukan untuk melakukan apa yang "mereka sebut serangan pendahuluan atau apapun itu," ujar Cotan.
(ita/)











































