Siapa Menteri yang Bertahan?

Siapa Menteri yang Bertahan?

- detikNews
Selasa, 21 Sep 2004 15:17 WIB
Jakarta - SBY-JK diyakini menjadi presiden dan wapres yang baru. Duet itu mempertimbangkan untuk mempertahankan sejumlah menteri kabinet Mega-Hamzah di kabinetnya. Siapa yang berpeluang dan tersingkir? Saat mulai memerintah pada 2001 lalu, Mega-Hamzah mengangkat 32 menteri dan 3 pejabat setingkat menteri. Namun, sampai sekarang, Selasa (21/9/2004), jumlah menteri tinggal 29 orang. Dua orang menteri, SBY dan Kalla, telah mundur beberapa waktu lalu menjelang pemilihan presiden putaran pertama. Seorang lagi, Agum Gumelar dinonaktifkan karena menjadi cawapres. Jusuf Kalla (JK) memastikan akan mengambil orang-orang tertentu di kabinet Mega-Hamzah untuk tetap dipasang pada kabinetnya saat jumpa pers di rumah SBY di Cikeas, Bogor, Selasa (21/9/2004). Menurut dia, hal ini diperlukan, dengan pertimbangan, agar program-program pemerintahan baru tetap tidak terputus dengan pemerintahan lama. Lantas siapa yang dipilih? JK belum menyebutkannya. Yang jelas, SBY-JK tetap memperhatikan faktor profesional dan kapabilitas dalam menentukannya. Kabar yang beredar, sejumlah menteri Megawati dari PDIP dipastikan tidak akan berpeluang, kecuali Kwik Kian Gie. Nama-nama lain, seperti Jacob Nuwa Wea, Laksamana Sukardi, M Prakosa, Rini MS Soewandi, dan AM Hendro Priyono bakal tersingkir. Kwik dinilai masih pantas untuk dipertahankan sebagai menteri, karena bersih dan memiliki kapabilitas yang memadai. Menteri-menteri dari Golkar, seperti Syamsul Muarif dan Sri Redjeki Sumaryoto juga tidak berpeluang. Begitu juga dengan menteri dari PPP, Alimarwan Hanan. "Bachtiar Chamsyah masih punya kans, karena lewat Parmusi pernah menyatakan dukungan kepada SBY-Kalla," ungkap seorang sumber kepada detikcom. Satu-satunya menteri yang sudah bisa dipastikan dipertahankan menjadi menteri adalah Yusril Ihza Mahendra. Disebut-sebut, ketua umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) itu akan diplot menjadi menteri sekretaris negara. Sedangkan yang berpeluang untuk dipertahankan SBY-JK, menurut sebuah sumber, antara lain Hatta Rajasa, Hassan Wirajuda, dan Malik Fajar. Hatta kemungkinan diplot menjadi menteri perhubungan, Hassan tetap menjadi menlu, dan Malik Fajar menjadi menko kesra. (asy/)


Berita Terkait