Usai mendengar keterangan saksi, Hartati yang duduk di kursi terdakwa, meminta pengubahan waktu besuk di Rutan KPK.
"Izin besuk hari Jumat, karena hari besuk ini (bertabrakan) hari sidang," kata Hartati di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (6/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dipaksa harus makan catering dari rutan, pagi-pagi diberikan kue basah, gula santan itu sama dengan racun buat saya," tutur Hartati.
"Soal makanan saya perlu sekali gizi untuk persidangan-persidangan ini," imbuh Hartati yang juga meminta agar pemblokiran rekeningnya dicabut ini.
Mendengar permohonan Hartati, hakim ketua Gusrizal meminta tim penasihat hukum Hartati membuat rekomendasi makanan khusus dari ahli gizi. "Konsultasi dengan dokter tentang menu," ujar Gusrizal.
Selain itu, Gusrizal meminta penuntut umum memperhatikan kondisi Hartati khusus untuk asupannya.
"Penuntut, ini tolong diperhatikan kalau terdakwa sakit, kita tidak bisa sidang. Kalau makanan nggak teratur kan nggak sehat," sebutnya.
Atas permintaan ini, penuntut umum akan mengkoordinasikannya dengan Karutan KPK.
(fdn/aan)










































