Hal tersebut diungkapkan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng, Kombes Bambang Rudy Pratiknyo. Dari hasil penyelidikan sementara motif pelemparan bom adalah dendam pribadi.
"Sudah kita selidiki, ada motif dendam pribadi," kata Bambang usai acara HUT ke 62 Polair di Mako Ditpolair Polda Jateng, Jl Amurang No 1, Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, Kamis (6/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sedang kita selidiki, orangnya sudah ada, beri waktu untuk menyelidiki. Jumlahnya satu orang," tanda
Sementara itu, Kapolda Jateng, Irjen Pol Didiek S Triwidodo mengatakan pihaknya akan lebih fokus untuk mengungkap kasus yang meresahkan masyarakat itu. Ia menambahkan belum ada indikasi adanya teroris dalam kasus tersebut.
"Sampai saat ini belum ada (indikasi teror)," tegas Didiek.
Peristiwa pelemparan bom molotov terjadi Rabu (5/12) malam sekitar pukul 19.00 WIB. Rumah milik Purnawirawan TNI-Kodam IV Diponegoro, Agus dan mantan Kanit Sabhara Polsek Genuk, Njamad. Akibat peristiwa tersebut tembok rumah Agus dan jemuran milik Njamad sempat terbakar. Bom molotov yang dilempar berupa botol berisi bensin bersumbu.
Agus mengatakan, sebelum kejadian yaitu hari Minggu (2/12) ia sempat dicegat oleh dua pria saat hendak pulang ke rumah sekitar pukul 02.00 WIB. Bahkan dua pelaku itu sempat membacok bahu Agus.
"Saat saya pulang naik motor, saya ditendang dua pria. Saat saya dekati mereka mengeluarkan senjata tajam dan membacok bahu saya lalu kabur," tandasnya.
Saat ini pihak kepolisian masih terus mencari pelaku dan motif pasti dari aksi tersebut.
(alg/trw)










































