"Indonesia sejajar posisinya dengan Replubik Dominika, Ekuador, Mesir dan Madagaskar," ujar Sekjen TI-Indonesia, Natalie Soebagyo dalam acara peluncuran indeks korupsi di Hotel Atlet Century Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (6/12/2012).
Menurut Natalie pada tahun lalu berada di peringkat 100 dari 183 negara yang dinilai. Pada saat itu Indonesia memperoleh skor 3,0 dari poin maksimal yang mungkin diperoleh adalah 10. Pada 2011 lalu, Indeks Persepsi Indonesia juga berada di peringkat yang lumayan baik diantara negara ASEAN lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahun ini Indonesia memperoleh skor 32 dalan Indeks Persepsi Korupsi. Skor ini menunjukkan Indonesia belum bisa dapat keluar dari situasi korupsi yang sudah mengakar. Mengantipasi hal ini, TI-Indonesia akan terus dan memperkuat gerakan anti korupsi berbasis masyarakat keterlibatan masyarakat diharapkan dapat menekan angka korupsi.
"Kami mendorong agar penyidikan dan penindakan kasus-kasus korupsi skala besar terus didorong, kemandirian dan kredibilitas Kejaksaan, Kepolisian dan pengadilan dalam menangani kasus tindak pidana korupsi terus ditingkatkan, pelemahan terhadap KPK harus dihentikan, serta pelayanan publik dan perijinan usaha harus dipermudah," ucap Natalie.
Dalam indeks ini secara global 5 negara yang mempunyai peringkat dan skor tertinggi adalah Denmark, Finlandia, Selandia Baru, Swedia dan Singapura. Sementara untuk 5 negara yang mempunyai peringkat dan skor terbawah adalah Somalia, Korea Utara, Afghanistan, Sudan dan Myanmar.
Sementara itu di kawasan ASEAN, Singapura yang secara global ada di peringkat kelima, di ASEAN menduduki peringkat pertama. Disusul secara berurutan adalah Brunei Darussalam, Malaysia, Thailand, Filipina, Indonesia, Vietnam dan Myanmar.
(riz/mad)











































